• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Ini Penyebab Produktivitas Buah Apel di Kota Batu Menurun

10 October
10:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Batu: Produktivitas buah apel di Kota Batu terus menurun tiap tahunnya. Kondisi ini ironis lantaran buah apel identik sebagai ikon kota wisata di Jawa Timur ini. Dinas Pertanian Kota Batu melalui penyuluh pertanian terus berupaya melakukan sosialisasi pada para petani apel agar produktivitasnya tetap terjaga. Namun musim kemarau yang berkepanjangan dinilai menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas apel.

Koordinator Penyuluh Pertaanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bumiaji, Dulkamar menilai, sebenarnya musim kemarau tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas buah apel. 

“Sebenarnya pembuahan apel realtif lebih  bagus saat kemarau. Kalau musim hujan justru banyak bunga yang gugur,” kata Dulkamar, Kamis (10/10/2019).

Bukan dikarenakan musim kemarau, Dulkamar memaparkan ada beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab turunnya produktivitas buah apel. Salah satunya, sulitnya mencari buruh tani. “Anak-anak muda di Kota Batu sekarang jarang ada yang mau menjadi buruh tani, rata-rata buruh tani sudah berumur,” tuturnya.
  

Selain terkait buruh tani, rata-rata pohon apel usianya sudah relatif tua berusia 15-30 tahun. Padahal pohon apel yang produktif berusia 4-20 tahun. “Penurunan kesuburan tanah kita. Kandungan tanah organik minimal 5 persen, misalnya untuk wilayah Bumiaji kandungan tanahnya rata-rata sudah 2, padahal idelanya minimal 5. Perlu ada asupan pupuk organik yang lebih banyak untuk tanah di Kota Batu. Suhu udara di Kota Batu yang meningkat juga berpengaruh,” ungkap Dulkamar.

Banyaknya petani yang tidak masuk dalam petani banyak yang tidak masuk dalam keanggotaan kelompok tani. pahal pelatihan, pemberian informasi dan inovasi untuk pengelolaan yang merupakan program pemerintah hanya bisa ditujukan untuk petani yang masuk dalam gapoktan. "Di daerah Bumiaji, hanya 15 persen petani yang tergabung dalam gapoktan. Sementara jumlah petani apel di Bumiaji ada 5 ribu orang dengan luas lahan 1.700 hektar," ujarnya.

"Dinas pertanian sudah lima tahun melakukan revitalisasi lahan apel, meski itu tidak bisa menyentuh semua kelompok. Ada juga pelatihan-pelatihan sekolah lapang pengendalian hama penyakit," imbuhnya.

Di Kota Batu, saat ini ada tiga jenis apel yang menjadi produk andalan petani. Yakni apel Anna,apel Manalagi, dan apel Rome Beauty. "Selain tiga jenis apel itu, ada juga apel Wanglin, namun tidak banyak petani yang menanam jenis ini. Harganya paling mahal, rasanya juga lebih mahal," tandas Dulkamar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00