• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kabar Malang Raya

Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, BP2D Kota Malang Gandeng KPK

9 October
16:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui  sosialisasi lanjutan pelaksanaan program pajak pnline (e-BPHTB) dan penjelasan tentang kegiatan supervisi peningkatan pendapatan oleh tim Kosupgah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI wilayah VI yang digelar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D).

Dengan menghadirkan 200 Wajib Pajak (WP) dari hotel, restoran, pengelola parkir, pengelola tempat hiburan dan WP lainnya yang ada di Kota Malang, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi diantara wajib pajak untuk melakukan kewajibannya dalam hal perpajakan melalui sistem online. Dengan sistem itu, diharapkan dapat mencegah adanya praktik tindak pidana korupsi.  

"Selain untuk meningkatkan PAD yang selama ini dinilai kurang maksimal, tetapi melalui proses penarikan pajak yang transparan, diharapkan bisa mencegah tindak korupsi di Kota Malang khususnya di bidang perpajakan," kata Walikota Malang, Sutiaji di sela sosialisasi yang digelar di Hotel Balava Malang, Rabu (9/10/2019).

Seperti kita ketahui bersama, sambung Sutiaji, APBN masih sangat tergantung pada sektor pajak. Sehingga perlu upaya untuk peningkatkan sektor ini. "Pajak menjadi nyawa bagi negara kita, melalui pajak pula pembangunan dapat kita diselenggarakan dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah V KPK Jatim, Asep Rahmat Suwanda mengatakan bahwa di tahun 2019 ini ada dua fokus utama kinerja tim Korsupgah KPK RI. Yakni optimalisasi pendapatan daerah dan penertiban aset daerah. "Khusus untuk pendapatan daerah di Kota Malang, kami telah memberikan rekomendasi untuk melakukan perbaikan regulasi dan perbaikan database guna peningkatan PAD-nya," ujar Asep.

Dalam kesempatan itu, ia pun menyampaikan pada WP untuk memasang alat monitor agar setiap transaksi yang terjadi langsung tercatat di BP2D. Nantinya, proses ini juga akan dibantu oleh Bank Jatim dalam pelaksanaannya. "Hal itu dilakukan karena kami menilai bahwa Kota Malang memiliki potensi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah. Masih banyak objek pajak lainnya yang belum digali dan memiliki potensi besar bagi peningkatan pendapatan daerah di Kota Malang," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00