• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Konsep Wisata ‘Kampung’ Antarkan Kota Malang Raih Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

2 October
18:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Konsep wisata bertajuk ‘Kampung’ menjadi bukti bahwa pemberdayaan warga Kota Malang bisa dilakukan dari warga itu sendiri. Kesadaran masyarakat akan kesehatan juga menjadi faktor pendukung suatu kampung menjadi destinasi wisata. Kampung Warna-warni dan Kampung Glintung Go Green misalnya. Kampung yang bersih, asri, dan terawat menjadi salah satu daya tarik wisata di kota pendidikan.

Atas partisipasi masyarakat menjaga kampungnya, menjadikan Kota Malang meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan RI,  Nila Djuwita F. Moeloek kepada Walikota Malang, Sutiaji,  pada acara peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Se Dunia ke 9, yang digelar di gedung Profesor Suyudi Kementerian Kesehatan RI Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Sutiaji mengungkapkan, penghargaan ini menunjukkan bahwa partisipasi warga Kota Malang akan kebersihan lingkungan sangatlah tinggi. “Program pembangunan yang berangkat dari bawah (bottom up) dan berbasis masyarakat, cenderung lebih sustainable (berkelanjutan) dan awet, dibandingkan program program yang top down,” kata Sutiaji.

 "Dan kota Malang cukup teruji, terukur dan terbukti akan pembangunan berbasis masyarakat, seperti yang terpotret pada kampung Warna-warni,  kampung Glintung Go Green,  kampung budaya Polowijen, dan yang lainnya," imbuh Sutiaji.  

Selain kepala faerah,  petugas kesehatan (sanitarian,  red) Kota Malang juga meraih penghargaan. Apresiasi kementerian kesehatan diberikan kepada Anita Reski D., Amd. Ling dari Puskesmas Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Sementara itu Menkes RI,  Nila DF. Moeloek,  menegaskan bahwa derajat kesehatan faktornya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku. "Komposisi derajat kesehatan itu 30 persen karena faktor perilaku,  40 persen faktor lingkungan (sanitasi dan air bersih), 20 persen dari pelayanan kesehatan dan 10 persen faktor genetika. Oleh karenanya strategi kemenkes adalah menumbuhkembangkan secara masif germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Yang itu artinya menyentuh kebiasaan dan perilaku,” paparnya.

Ditambahkannya, pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. ”Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100 persen pada seluruh komunitas,” tuturnya.

Di hadapan Kepala Daerah, ia juga memberi tantangan untuk memindah kampung atau rumah yang sebelumnya membelakangi sungai, selanjutnya diubah menghadap sungai. "Salut saya kalau ada yang berani dan berhasil melakukan itu,” tandas Nila Moeloek. 

Pada peringatan Hari Kesehatan Lingkungan se-dunia tahun 2019, Menkes memberikan 19 penghargaan untuk kota/kabupaten terbaik dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.  Untuk Jawa Timur,  selain Kota Malang,  yang juga meraih penghargaan Kota Kediri dan Kabupaten Pamekasan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00