• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kabar Malang Raya

102 Hektar Hutan di Gunung Semeru Terbakar

2 October
16:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Meski petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah berhasil memadamkan api kebakaran di hutan Gunung Semeru, namun hingga Selasa (01/10/2019) malam terpantau masih ada titik karhut di lokasi landengan dowo dan pos 1. Secara keseluruhan, area terdampak kebakaran ini mencapai 102 hektar.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, jenis kebakaran berupa kebakaran permukaan, berupa seresah yang tebal dan semak kering d bawah tajuk. “Peralatan yang digunakan untuk pemadaman yakni jetshooter, garu, sabit, parang, flame freeze, truk kodim, truk dinas LH Lumajang, mobil pemadam GALAAG TNBTS dan sepeda motor tim gabungan,” ungkap Sarif, Rabu (2/10/2019).

Saat ini, titik-titik api yang sudah berhasil dipadamkan berada dilokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Gunung Lanang, dan Bantengan.

“Personil pemadaman total berjumlah 660 orang terdiri dari Petugas TNBTS, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Lumajang, Kodim/Koramil Lumajang, Tim Kobra Polres Lumajang, Polsek Senduro, dan komunitas masyarkat lainnya,“ katanya.

Tim yang dipimpin langsung oleh Ka Babes TNBTS, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang dan Ka BPBD Lumajang ini sebelumnya melakukan shalat istisqo’ di halaman Posko Ranupani TNBTS. “Kemudian dilanjutkan pembagian tim ke titik api di landengan dowo, po’o, senthong, gunung lanang dan bantengan. Jarak titik-titik api ke sumber air sekitar 1 sampai 3 kilometer,” tutur Sarif.

Ia menambahkan, fokus pemadaman karhut adalah mendekati titik api yang terjangkau dan dimatikan dengan jetshooter, gepyok dan ranting serta membuat sekat bakar pd medan datar agar api tidak meluas. “Namun prinsip pemadaman dan pengendalian karhut dengan mengutamakan keselamatan tim, memadamkan area yang terjangkau, memperhatikan arah dan kecepatan angin serta pembuatan sekat bakar,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00