• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kabar Malang Raya

Dewan Minta Pemkot Malang Tuntaskan Masalah Revitalisasi Pasar Tradisional

30 September
16:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko telah setahun menjabat pucuk pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya permasalahan revitalisasi pasar tradisional. 

Permasalahan revitalisasi Pasar Blimbing misalnya, sudah hampir 10 tahun masih belum tuntas. Untuk itu, DPRD Kota Malang mendesak agar permasalahan ini bisa diselesaikan di masa pemerintahan Sutiaji-Sofyan Edi. 

"Di awal menjabat, ada program kegiatan 99 hari kerja, dan sampai saat ini masyarakat menanti realisasi program itu, terutama terkait masalah Pasar Blimbing, Pasar Gadang, Pasar Besar, dan jacking. Masyarakat menunggu masalah itu kapan diselesaikan," tegas anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi di sela refleksi setahun pemerintahan Sutiaji-Sofyan Edi, yang digelar di FISIP UB, Senin (30/9/2019).

Ia menilai, pemerintah masih berdalih soal legalitas guna menyelesaikan masalah itu. "Saya meminta pemerintah berani melakukan revolusi, karena ini untuk kepentingan masayakat. Soal masalah legalitas itu urusan pemerintah dengan legislatif," katanya. 
Menanggapi hal tersebut, Walikota Malang, Sutiaji mengungkapkan, terkait pasar ini Pemkot Malang sudah memiliki Legal Oppinion (LO) dan Legal Standing (LS). Dengan begitu, persoalan pasar tidak hanya sekedar menyampaikan lalu diputuskan. "Namun masih ada pertimbangan hukum. Ini yang harus dianalisa dari segi materi hukum," tandasnya.

Demi eksistensi pasar tradisional, ia berjanji akan menutup 14 toko modern. Hal ini dilakukan untuk penguatan ekonomi kerakyatan yang kini digaungkan di era pemerintahan Sutiaji-Sofyan Edi. "Kami berharap masyarakat dapat memberikan masukan dan solusi, namanya perjalanan menuju hasil yang baik memang ada kendala dan tantangan. Saya selalu berfikir positif demi Kota Malang yang lebih baik," pungkas Sutiaji. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00