• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Atasi Kemacetan, Pemkot Malang Berencana Bangun LRT

22 September
12:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kemacetan menjadi salah satu permasalahan sosial yang kerap terjadi di wilayah Kota Malang. Guna mengantisipasi kemacetan tersebut, Pemerintah Kota Malang berencana membangun moda transportasi berupa Light Rail Transit (LRT).

Walikota Malang, Sutaji mengatakan, saat ini rencana pembangunan masih dalam tahap kajian penataan. Selain itu, pemerintah masih harus mensosialisasikan rencana ini kepada masyarakat. “Yang pasti rencana ini bagus untuk mengurangi kemacetan terutama para pengguna jalan dari kalangan mahasiswa,” kata Sutiaji, Minggu (22/9/2019).

Ia memastikan, pembangunan LRT ini nantinya akan dipegang oleh investor asal Kota Malang. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika 40 persen saham LRT ini diberikan kepada masyarakat yang berminat. “Kita masih harus membahas rencana ini dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena ini terkait saham yang dilempar ke masyarakat,” ungkap pria yang kerap disapa Pak Aji ini.

Awalnya, Pemkot Malang berencana membangun moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). Namun karena pertimbangan biaya, maka rencana itu dibatalkan. Pasalnya, biaya pembangunan MRT dapat mencapai Rp 700 miliar per kilometer. Sementara untuk moda transportasi LRT, diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 450 miliar per kilometer. “Apalagi ada LRT model baru yakni kapsul yang tidak banyak gerbong, ini cocok untuk lahan yang tidak besar. Kemungkinan pembuatannya menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar per kilometer,” ungkap Sutiaji.

Terkait rencana ini, Sutiaji pun berharap dukungan dari pemda lain di Malang Raya, yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu.  "Kemarin waktu ketemu di UB kita sudah komunikasi, tinggal undang-undang kerjasama daerah yang kita ingin perkuat," tendasnya.

Meski masih sebatas wacana, namun rencana pembangunan LRT ini sudah menuai pro kontra di tengah masyarakat. Yudha, salah seorang mahasiswa misalnya. Ia menilai jika lahan di Kota Malang sangat terbatas, pemilik kendaraan pribadi juga tidak banyak, sehingga tak perlu adanya pembuatan transportasi massal. “Malang itu kecil, yang punya kendaraan juga tidak banyak, jadi tak perlu bikin LRT,” ungkapnya.

Sementara Rudi Hartono, salah seorang pegawai mengungkapkan, sebenarnya ia setuju dengan adanya pembangunan transportasi massal semacam LRT. Namun, pemerintah tetap harus melakukan penataan kota, khususnya di lingkungan kantong mahasiswa yang menjadi salah satu sumber kemacetan kota pendidikan. “Kalau melihat kondisi macet seperti ini ya perlu, tetapi mau dibangun dimana, jalannya sudah penuh semua. Harapan saya ada kebijakan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi, atau bahkan penataan kota dan sistem transportasi,” pungkasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00