• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikSosBud & Iptek

Melihat Pameran Naskah Kuno yang Dipamerkan di Perpustakaan Kota Malang

20 September
12:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Sebanyak 10 manuskrip atau naskah kuno koleksi  Perpustakaan Sejarah dan Budaya Puspa Lulut dipamerakan di aula Perpustakaan Umum Kota Malang. Naskah-naskah tersebut berasal dari masa 1800-1900 Masehi. Salah satunya sebuah kitab suci Alquran dengan ukuran panjang dan lebar 23,5 dan 18 sentimeter. 

Kitab setebal 112 halaman dan 3 halaman kosong itu berisi fragmen surat Albaqarah dan surat Ali Imran lengkap. Diperkirakan dibuat pada abad 1800 M. Ktab tersebut masih menggunakan kertas kulit kayu atau daluwang.  Tak hanya itu, ada juga salah satunya berisi kisah tentang Nabi Yusuf AS yang tertulis kertas daluwang sepanjang 20,4 sentimeter dan lebar 14,5 sentimeter. Naskah tersebut ditulis dalam huruf pegon atau juga disebut arab gundul. Kisah Nabi Yusuf AS tertuang dalam bentuk puisi naratif sepanjang 68 halaman.

Pengunjung perpustakaan juga bisa menihat Layang Wong Agung Jayengrana yang menggunakan kertas Eropa. Manuskrip tersebut menggunakan bahasa Jawa meski memakai huruf pegon. Puisi naratif tentang Wong Agung Jayengrana, sebuah versi Jawa dari cerita Amir Hamzah yang merupakan tokoh imajinatif yang diadaptasi dari tokoh historis Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW.   

Pengelola Perpustakaan Sejarah dan Budaya Puspa Lulut, Lulut Edi Santoso mengatakan, pameran tersebut digelar untuk mengenalkan naskah kuno pada masyarakat dan pengunjung perpustakaan. "Saat ini akses para generasi muda untuk mengetahui naskah kuno sangat terbatas. Harapannya, setelah melihat disini bisa terdorong untuk mempelajari sejarah Nusantara, Hindia-Belanda dan Indonesia," tutur Lulut.

Meski demikian, ia mengakui jika naskah kuno yang dipamerkan kali ini masih terbatas, mengingat persiapan pameran yang mendadak.  Selain itu,  naskah-naskah tersebut tidak bisa dipamerkan dalam waktu lama, karena tingkat kerapuhan kertasnya. Menurtnya, naskah kuno tidak boleh terpapar cahaya matahari atau cahaya lampu yang terlalu terang. "Kebetulan persiapan pameran ini mendadak, jadi yang ditampilkan hanya sedikit. Koleksi lain saya ada di perpustakaan pribadi di rumah. Dengan pameran ini saya pribadi berharap agar kesenangan dalam melestarikan budaya Indonesia dapat tertularkan ke lainnya," kata guru seni dan budaya SMAN 3 Malang ini.   

Lulut yang dikenal bagi kalangan sejarawan ini merupakan pecinta manuskrip kuno yang juga menginisiasi kelompok belajar membaca naskah kuno. Ia memang penghobi mengoleksi  manuskrip kuno telah dimulai sejak 2008 silam. Semenjak serius menekuni hobinya, Lulut berhasil menemukan manuskrip-manuskrip tertua yang diduga telah ditulis sejak 1600-an. "Manuskrip yang paling muda diperkirakan pertama muncul sekitar awal abad 19. Contohnya koleksi manuskrip Quran yang ditulis di atas daluwang. Ini dapat dari Mataram bersamaan dengan naskah tasawuf Islam," ungkap dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00