• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikSosBud & Iptek

Pendidikan Antikorupsi Kini Mulai Ditanamkan di Bangku Sekolah

19 September
16:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Maraknya kasus korupsi membuat pendidikan antikorupsi harus diterapkan sejak dini. Apalagi, kasus korupsi pernah terjadi di Kota Malang, menyeret puluhan anggota legislatif dan eksekutif di kota pendidikan. Untuk itu, Pemkot Malang kini telah membentuk Peraturan Walikota (Perwal) nomor 45 tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan,  perwal ini dibuat untuk penanaman perilaku antikorupsi sedini mungkin. Sebab, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melaksanakannya. "Berkaitan dengan pendidikan antikorupsi, ada perwal nomor 45 yang mengatur keharusan kita sedini mungkin melakukan pencegahan tindak pidana korupsi ini," tutur Sutiaji, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, sekolah dan komite memiliki peran besar dalam penanaman perilaku antikorupsi di lingkungannya. Perbedaan barang publik dan barang pribadi juga harus tegas ditanamkan sejak masa anak-anak. "Harus ada benteng yang kuat antara hak privat dengan hak publik," katanya.

Untuk itu, pihaknya menggagas ide untuk adanya orientasi wali murid siswa. Pentingnya proses pendampingan yang dilakukan oleh orangtua yang sejalan dengan metode pembelajaran di sekolah khusus pembangunan karakter. “Contoh sederhana dengan menanamkan cara anak mencium tangan orang tua dengan benar, tidak di taruh kening atau pipi. Orang tua atau guru juga harus ikut mendukung dengan membersihkan tangannya terlebih dulu,” ujar pria asal Lamongan.

“Perkara-perkara kecil akan menjadi besar ketika itu menjadi pembiasaan,” imbuhnya.

Sutiaji menambahkan, korupsi masih akan terus terjadi jika pemahamannya berbuat baik karena takut dilihat, harusnya takut berbuat jahat karena kasihan pada dirinya sendiri. “Kondisi yang ideal adalah berbuat baik karena sayang akan dirinya sendiri dan tidak berbuat jahat karena sayang akan dirinya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah mengatakan, perwal ini dibentuk untuk menindaklnjuti Instruksi Presiden yang kemudian ditindaklanjuti gubernur dan kemudian oleh walikota dan bupati. “Tujuan dari pendidikan antikorupsi ini untuk menanamkan nilai dan sikap hidup antikorupsi kepada keluarga besar dunia pendidikan mulai dari pendidik, peserta didik, komite sekolah maupun masyarakat yang peduli terhadap pendidikan,” ungkap Zubaidah.

“Kami selaku pelaksana implementasi di lapangan yaitu melaksanakan untuk membuat peraturan-peraturan agar tenaga pendidik di lembaga pendidikan khususnya bisa mempedomani yang akhirnya nanti akan bisa melaksanakan sesuai dengan aturan dan peraturan," pungkasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00