• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Sepanjang 2019, Industri Mesin Perkakas Dalam Negeri Optimis Cetak Pertumbuhan

17 September
16:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Tumbuhnya sejumlah indek pembangunan ekonomi di kuartal I tahun 2019 membuat pelaku industri mesin perkakas dalam negeri optimis bakal mencetak pertumbuhan sepanjang tahun ini.

Rudy Andriyana, Ketua Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia - Asimpi, menyampaikan industri mesin perkakas dalam negeri tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dari belanja pemerintah dan UMKM, " Terakhir tahun ini, kami masih berusaha untuk dapat mengisi kebutuhan pemerintah," katanya.(17/09/2019)

" Untuk industri besar membutuhkan mesin-mesin yang memiliki presisi tinggi dan heavy duty, yang mana hal ini belum bisa dipenuhi industri dalam negeri, " sambungnya.

Selain itu, ada beberapa tantangan yang harus mereka hadapi. Ia mengatakan, tantangan tersebut meliputi banyaknya barang impor yang masih mendominasi pasar dalam negeri. Meski demikian, industri dalam negeri akan terus berusaha memberikan pilihan substitusi import, terutama untuk spesifikasi yang light duty dan medium duty yang sudah dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.

" Ini bisa dicapai dengan membangun komunikasi lebih baik antara industri, Kementerian perindustrian, dan kementerian pendidikan," sambungnya. Di lain sisi, ia menambahkan program Pemerintah tentang penguatan SDM, melalui penguatan pendidikan vokasi juga dinilai menjadi peluang bagi industri.

" Ada kerja sama pemerintah dan badan usaha, pemerintah meningkatkan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang menghasilkan tenaga terampil, yang mengharuskan peran besar industri," imbuhnya.

Dengan kebutuhan fasilitas pendidikan vokasi mampu dipenuhi oleh industri dalam negeri, peserta didik vokasi melakukan magang industri serta membiasakan diri menggunakan peralatan yang digunakan di industri.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00