• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Cukai Rokok Bakal Naik Lagi, Bea Cukai Dorong Iklim Usaha Kondusif PR Legal 

17 September
15:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Pemerintah akhirnya memutuskan kenaikan cukai rokok sebesar  23 persen pada 2020 mendatang. Selain itu, Harga Jual Eceran (HJE) rokok juga ikut naik 35 persen. Tingginya harga rokok tersebut, dikhawatirkan membuat peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai semakin marak. 

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II berharap kebijakan kenaikan cukai ini dapat mendukung klim usaha yang kondusif bagi pabrik rokok yang legal. Sebab, hampr 98 persen total penerimaan di wilajay Jatim II berasal dari industri rokok.

"Kami mencoba menumbuhkan iklim industri kondusif bagi perusahaan yang legal. Bukan berarti kami akan memusnahkan perusahaan ilegal, tapi mendorong agar mereka mau legal," kata Kepala Kanwil DJBC Jatim II, Agus Hermawan, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, untuk mewujudkan iklim postif bagi industri rokok dilakukan dengan cara pembinaan. Upaya pembinaan menjadi penting karena banyak yang terimbas atas peredaran rokok ilegal. "Yang kena mbas akibat rokok-rokok ilegal itu justru golongan III atau perusahaan kecil. Disitu yang kami coba lakukan pembinaan," tuturnya.

Agus mengakui, bahwa tingginya tarif cukai menjadi salah satu pemicu maraknya rokok ilegal. Namun keberadaan cukai tersebut tidak lantas membuat industri rokok makin tergerus. "Satu bungkus rokok, tarif cukai yang masuk ke pemerintah itu hampir 62 persen. Misal harga Rp 10 ribu, yang masuk ke pemerintah Rp 6.200. Karena disana ada pembatasan, tetapi kami juga harus memperhatikan karena itu industri," tandas Agus. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00