• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Alami Perubahan Pola Konsumsi, Peritel Diharap Terapkan Sejumlah Strategi

13 September
14:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Industri ritel kini tengah mengalami tantangan berupa perubahan pola konsumsi. Salah satu pola konsumsi yang berubah adalah keinginan membeli yang lebih praktis.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia - Aprindo, Roy Nicholas Mandey meyakini bahwa sebetulnya tidak ada yang berubah dari daya beli masyarakat yang mengakibatkan beberapa peritel tutup, " Cara belanja konsumen kini, tidak lagi datang ke supermarket setiap bulannya, " katanya.(13/09/2019)

" Konsumen hanya membeli apa yang diperlukan dalam waktu dekat saja. Karenanya, kunjungan ke hypermarket yang memiliki luasan 5.000 meter persegi, berkurang sementara kunjungan ke mini market lebih tinggi. Kalau dulu belanja itu bulanan, sekarang lebih baik belanja untuk keperluan jangka pendek ke pusat perbelanjaan yang paling dekat, " paparnya lebih lanjut.(13/09/2019)

Menurutnya, perubahan pola konsumsi seperti itu juga akan menurunkan potensi nilai transaksi dari konsumen, " Saat konsumen mengunjungi hypermarket ketimbang toko ritel yang lebih kecil, kemungkinan pembelian impulsif lebih besar. Karena barang di hypermarket lebih lengkap, jadi yang tadinya tidak direncanakan beli bisa jadi dibeli kalau toko semakin lengkap, " tuturnya

Apalagi sekarang pembelian barang-barang tertentu bisa dibeli secara online. Akibatnya hypermarket dan supermarket terkena dampaknya. Misalnya pada pertengahan tahun 2019 ini, PT Hero Supermarket Tbk - HERO menutup enam gerai Giant demi merespon perubahan perilaku konsumen. Roy mengatakan, peritel harus beradaptasi dari perubahan pola konsumsi masyarakat sekarang ini.

Tidak hanya itu, efisiensi juga harus menjadi jurus peritel untuk bisa bertahan dalam kondisi seperti sekarang ini. Efisiensi yang dimaksud bisa dengan manajemen inventory untuk menyediakan barang seefektif mungkin sehingga tidak ada barang yang tidak terjual.Termasuk penggunaan listrik se efisien mungkin.

Adaptasi sistem teknologi juga dinilai sangat penting untuk mengikuti perubahan pola konsumen. Kendati investasinya bisa sangat mahal, namun hasilnya bisa sangat baik bagi kelangsungan bisnis ritel, " Peritel juga harus responsif dengan teknologi payment yang kini menjadi opsi banyak konsumen, " pungkasnya.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00