• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Kemarau Bikin Rawan Kebakaran, Ini Tips Pencegahannya

29 August
10:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Musim kemarau yang terjadi di Indonesia menyebabkan potensi kebakaran semakin besar. Di Kota Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat ada 12 kejadian kebakaran di kawasan permukiman selama Juli 2019. Di Kota Batu, bahkan kebakaran  akibat api lilin menewaskan empat anak-anak.

Analis bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi mengatakan, untuk mencegah terjadinya kebakaran, masyarakat pun perlu diberikan edukasi. Menurutnya, kebakaran merupakan kompilasi dari proses kimia dari panas, oksigen, dan bahan yang mudah terbakar.

"Kebakaran adalah peristiwa dimana reaksi kimia berantai yang menggabungkan ketiga komponen api tadi. Reaksi kimia berantai ini dipicu faktor eksternal, misalnya kondisi cuaca yang panas, kelembaban rendah, dan besarnya tiupan angin yang turut mempengaruhi laju kobaran api," ungkap Mahfuzi, Kamis (29/8/2019).

Ia pun memberikan sejumlah tips pencegahan kebakaran di rumah. Pertama, jangan meninggalkan sumber api seperti setrika, kompor, lampu minyak tanah, dan yang lainnya tanpa pengawasan. Selain itu, jangan biarkan lampu listrik menyala terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

"Jangan membiarkan anak-anak bermain dengan sumber api, baik itu korek api dan lilin. Matikan juga lampu, kompor, dan alat-alat listrik setelah selesai digunakan atau saat akan bepergian keluar rumah," katanya.

Selain itu hindari juga menggunakan handphone saat diisi ulang, hindari penggunaan stop kontak dengan ekstensi yang bertumpuk-tumpuk, dan jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api.

"Jangan mengisi bahan bakar ke dalam perangkat yang sedang menyala, jangan mengisi bahan bakar sambil merokok, hindari juga membakar sampah di bawah terik matahari apalagi saat musim kemarau seperti saat ini," tuturnya.

"Segera hubungi BPBD dan Damkar apabila ada musibah, karena petugas siap melayani 24 jam," imbuhnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00