• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Kurangi Pengangguran, Perempuan Asal Malang Gelar Santripreneur Lintas Agama di Bali

22 August
20:16 2019
1 Votes (4)

KBRN,Malang: Perempuan asal Malang Jawa Timur bersama Diagnosa Institute melaksanakan Gelaran Expo Santripreneur 2019 yang dihelat di Kuta Provinsi Bali. Bahkan, Expo milik kaum milineal itu menghadirkan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrowi.

Penyelanggara Santripreneur asal Malang, Diyah Arum Sari menjelaskan, Santri Preneur lintas agama 2019 bertujuan untuk mencetak generasi muda menjadi kaum yang kreatif serta inovatif, juga memberikan kontribusi dalam mengentaskan angka kemiskinan.

" Kami menggelar event ini untuk memberikan kontribusi kepada Negara dalam mengentaskan pengangguran," ungkap Diyah Arum Sari, Kamis (22/8/2019) malam.

Ia menjelaskan, Santripreneur itu diharapkan mampu mencetak pengusaha pengusaha 'hebat' dari kalangan Santri dan Pengusaha dari lintas Agama, sehingga kesatuan dan persatuan tetap terjaga untuk NKRI. Dalam event itu, diikuti oleh 500 orang peserta dari berbagai Agama yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Diantaranya dari kota Malang, yang teruji dan memiliki jiwa usahawan.

"Dari Malang ada satu peserta yang berangkat secara mandiri dan bisa menampilkan hasil karya mereka (Santri Preneur;red)," terangnya

Pihaknya telah bersurat kepada Kepala Daerah di Malang Raya terkait agenda event itu, tetapi peserta yang hadir dari Malang tidak ada pendampingan dari Pemerintah Daerah. Padahal, helatan Santri Preneur itu dipastikan akan mampu mengurangi angka pengangguran di daerah. Bahkan mampu memecahkan persoalan penganguran di setiap daerah yang setiap tahun jumlahnya semakin meningkat.

Sementara, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi mengatakan kini era keterbukaan dalam hal apa saja, jika anak muda menjadi pemalas, maka dipastikan akan ketinggalan dari Negara lain.

"Saya mau berbagi pengalaman bagaimana kita mengembangkan suatu produk biasa menjadi luar biasa," urai Imam Nahrowi dalam sambutannya.

Nahrowi menyebut pernah ke Kamboja, dan saat di bandara bertemu dengan penjual souvenir yang unik yaitu salah satu bahan masakan namanya ketumbar," Pahadal ketumbar itu murah sekali dipasaran Indonesia namun bisa diolah jadi komoditi yang mahal, ketika orang kreatif mengemasnya dengan daun lontar, maka mempunyai nilai jual yang tinggi," bebernya

Karenanya, kata Nahrowi pemuda pemudi di Indonesia harus berani bermanuver dan tidak mengandalkan ingin menjadi PNS karena kuota PNS terbatas. Sementara lanjut dia, Indonesia membutuhkan 20 juta pengusaha.

"Sedangkan yang terdata di sini masih sedikit pengusaha dari kalangan milenial," tukasnya.

Terpisah, Direktur Diagnosa Institute Andi Fajar Asti dalam sambutannya juga mengatakan selaku ketua pelaksana yang sekaligus Direktur Diagnosa Institute menyampaikan saat ini perkembangan posisi santri berpengaruh pesat dalam membangun perekonomian Bangsa melalui usaha-usaha yang dibangun di kawasan Pesantren maupun pasca mereka lulus dari tempat menggali ilmu agama Kata dia, terdapat beberapa kategori yang telah ditetapkan oleh panitia dalam event itu, mulai dari kuliner, fashion sampai produk inovasi berbentuk aplikasi.

Ditegaskan, pemuda tidak boleh hanya dijadikan komoditi atau target pasar, namun harus berani bersaing sebagai produsen berbagai produk yang dapat dikembangkan menjadi unggul, besar dan maju.

Pantauan RRI, acara dilanjutkan pemukulan gong dan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya Santripreneur lintas agama dan bazar produk unggulan. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Imam Nahrowi menyempatkan berkeliling ke stand bazar dan mendengarkan berbagai konsep dari para peserta bazar.(Sp)

  • Tentang Penulis

    Syamsuddin Putra

    Reporter LPP RRI Malang-Sekali di Udara Tetap di Udara

  • Tentang Editor

    Syamsuddin Putra

    Reporter LPP RRI Malang-Sekali di Udara Tetap di Udara

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00