• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Operasi Gempur, Bea Cukai Malang Sita Ribuan Batang Rokok Ilegal di Pasar Tradisional

25 June
14:50 2019
1 Votes (5)

KBRN, Malang: Maraknya peredaran rokok dan miras ilegal di wilayah Kabupaten Malang menjadi perhatian Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Malang. Dalam operasi gempur rokok ilegal, petugas Bea Cukai Malang menggelar operasi di sejumlah pasar tradisional.  

Operasi gempur rokok ilegal yang kali ini, dilakukan di Pasar Dampit Kecamatan Dampit dan toko di wilayah Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Dalam operasi tersebut, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran terkait penjualan rokok ilegal dan penjualan miras tanpa izin. 

"Petugas melakukan operasi dengan mendatangi toko-toko di wilayah Kecamatan Turen dan kios-kios di Pasar Dampit untuk melakukan pemeriksaan," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan, Selasa (25/6/2019).

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati barang bukti berupa rokok ilegal sebanyak 27.720 batang dan 732 botol miras dari 6 toko. "Petugas mengamankan seluruh barang bukti dengan dibawa ke kantor serta menempelkan sticker bertuliskan Gempur Rokok Ilegal di toko-toko ataupun kios yang telah didatangi petugas," ujarnya.

Dari operasi tersebut, ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar 12.703.060 rupiah. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. "Ke depannya, kami akan melanjutkan operasi pasar di lain tempat di wilayah Malang Raya," tandas Rudy.

Pihaknya optimis, dengan dilakukannya operasi pasar di wilayah Malang Raya, peredaran rokok ilegal di wilayah Malang Raya dapat ditekan. Tentunya hal tersebut dapat memberi dampak positif terhadap penerimaan negera dari sektor cukai. 

"Juga perlu diperhatikan bahaya serta kerugian yang ditimbulkan apabila rokok ilegal marak beredar yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan juga kepada perekonomian daerah maupun negara," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00