• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik dan Pemilu

Sejumlah Petugas Meninggal, Bawaslu Kota Malang Patungan Iuran Asuransi

23 April
09:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang patungan iuran asuransi bagi pengawas pemilu. Hal itu sebagai salah satu langkah antisipasi resiko kerja yang terjadi selama proses pengawasan Pemilu 2019. Apalagi sejumlah petugas KPPS maupun pengawas pemilu di sejumlah daerah dikabarkan meninggal dunia, diduga akibat kelelahan.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Malang, Erna Al Maghfiroh mengatakan, di Kota Malang ada 72 petugas panwas kecamatan dan kelurahan yang diikutkan asuransi melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. "Rinciannya, yakni 15 orang panwas kecamatan dan 57 panwas kelurahan di Kota Malang," ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Pemberian asuransi itu, lanjut Erna, dilakukan lantaran kerja lapangan yang dilakukan petugas pengawas dinilai memiliki risiko tinggi baik kecelakaan kerja dan kematian. "Bawaslu bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Malang sejak  penetapan anggota panwaslu. Jadi mulai Desember 2018 sampai SK tugas habis pada Juni 2019 mendatang, sekitar 7 bulan," katanya.

Namun dikarenakan sifatnya inisiatif, maka dana yang digunakan untuk asuransi itu bukan dari anggaran negara. Setiap  komisioner patungan iuran senilai Rp 400  ribu sebagai bentuk kepedulian. "Untuk cover asuransi 72 orang, nilainya Rp 1,5 juta. Sebenarnya Bawaslu Jawa Timur dulu berupaya mengajukan anggaran untuk asuransi jiwa. Tapi dari negara belum disetujui anggarannya. Akhirnya, masing-masing kabupaten/kota punya inisiatif sendiri," ungkap Erna.

Untuk prosesnya, ketika ada kecelakaan kerja, Bawaslu akan membuat laporan dan kronologi kejadian. Setelah ada proses klarifikasi, asuransi bisa dicairkan. "Tetapi kami bersyukur karena hingga saat ini belum ada petugas yang mengajukan klaim, semoga saja tidak ada klaim. Tapi faktanya, ada petugas KPPS yang meninggal, sehingga masalah asuransi ini harus menjadi perhatian ke depan," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00