• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik dan Pemilu

Bawas Kabupaten Blitar Selidiki Dugaan Pelanggaran Petugas KPPS

22 April
14:52 2019
1 Votes (3)

KBRN, Blitar: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menerima beberapa laporan adanya pelanggaran dan keganjilan pada pelaksanaan pemungutan hingga penghitungan surat suara. Salah satunya adanya pelanggaran yang dilakukan petugas KPPS di TPS 14 Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahuddin menjelaskan, awalnya jumlah pemilih yang hadir di TPS tersebut ada 171 orang, namun pada saat proses pemungutan, ada laporan dari panwascam melalui pengawas TPS soal adanya pemilih yang menerima tujuh lembar surat suara atau ada tiga rangkap surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden.

"Sebanyak 5 surat suara dimasukkan pada kotak suara dan dua surat suara lainnya dimasukkan dalam kategori surat suara rusak," papar Hakam, Senin (22/4/2019).

Ia menyebut, saat dilakukan penghitungan pleno PPWP, diketahui perolehan suara paslon nomor urut satu ada 140, sedangkan paslon nomor urut dua ada 22, sehingga total perolehan suara sah ada 163, kemudian perolehan suara sah dan tidak sah ada 8, sehingga jika ditotal sudah sesuai dengan jumlah pemilih yang datang. 

"Tetapi setelah dilakukan pengawasan secara intensif, ditemukan dua surat suara yang masuk kategori rusak dimasukkan ke dalam kotak suara, selain itu juga diketahui atas perintah dari penyelenggara pemilu petugas KPPS melakukan pembukaan kotak suara dan mengubah form C1 PPWP tanpa sepengetahuan dari saksi dan pengawas TPS," ungkapnya.

Untuk itu, dua hal itu dinilai Bawaslu sebagai bentuk pelanggaran. Namun pihaknya hingga kini masih melakukan kajian lebih mendalam dan akan segera dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Jatim untuk menentukan apakah akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau masuk pada ranah pidana. "Kami akan terus memantau proses rekapitulasi hingga pleno tingkat Kecamatan Wonodadi untuk mengantisipasi potensi pelanggaran ini," pungkasnya. (nin/num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00