• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik dan Pemilu

Sempat Diprotes Mahasiswa Pendatang, KPU: Pemilu di Kota Malang Berjalan Kondusif

18 April
15:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Pelaksanaan Pemilu di Kota Malang pada Rabu (17/4/2019) kemarin sempat diwarnai aksi protes mahasiswa pendatang yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya di kawasan Kecamatan Lowokwaru. Sejumlah mahasiswa ditolak oleh KPPS lantaran tidak memilik form A5. Kendati demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai jika sejauh ini pelaksanaan pemilu di Kota Malang berjalan aman dan kondusif.

Zaenudin, Ketua KPU Kota Malang mengatakan, sebelumnya, KPU mengidentifikasi ada beberapa titik yang  masuk kerawanan dan masuk cegah dini. "Karena potensi kerawanan itu, kami membuat dua satgas. Yang pertama untuk mengantisipasi Kecamatan Lowokwaru yangterdapat 8 rib DPTb, serta satgas kedua untuk antisipasi kecamatan lainnya," ujar Zaenudin, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, polemik di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru telah selesai. KPU sudah memberikan pemahaman kepada sejumlah mahasiswa yang protes lantaran tidak dapat mencoblos. "Mereka belum mengurus pindah pilih, jadi tidak bisa. Kami jelaskan aturan pasca putusan MK, dan mereka menerima," katanya.

Terkait proses rekapitulasi suara, KPU Kota Malang saat ini sedang melakukan monitoring PPK untuk persiapan rekap di tingkat kecamatan. Di Kota Malang, rata-rata ada 400 TPS per kecamatan. "Dengan kondisi itu, diperkirakan proses rekapitulasi suara akan selesai pada awal Mei. Sehingga di awal Mei itu bisa direkap di KPU," papar Zaenudin.

Ia menambahkan, sejauh ini masih belum menerima laporan terkait permasalahan rekapitulasi suara. KPU pun terus berkoordinasi dengan Bawaslu untuk memantau pengawasan rekapitulasi. "Sampai hari ini belum terima laporan ada masalah, tetapi kami terus koordinasi dengan bawaslu soal kejadian-kejadian di TPS. Saling buka aturan main, sehingga kalau ada potensi kerawanan bisa dideteksi dini," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00