• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pertahanan & Keamanan

Sejumlah TPS di Kota Malang Rawan, Kepolisian Tingkatkan Pengamanan

11 April
12:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Polres Malang Kota terus berupaya melakukan antisipasi kerawanan yang terjadi selama proses pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satu yang menjadi fokus adalah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan terjadi kerusuhan. 

Kapolres Malang Kota, AKPB Asfuri mengatakan, TPS yang dianggap rawan di wilayahnya merupakan TPS yang letaknya berdekatan dengan posko pemenangan partai atau rumah-rumah caleg. "Pelaksanaan pemungutan suara kurang enam hari lagi, tentunya untuk titik kerawanan sudah mulai dipantau," kata Asfuri di usai simulasi pengamanan Pemilu di Simpang Balapan Kota Malang, Kamis (11/4/2019).

Meski demikian, Asfuri tidak menyebutkan secara spesifik daerah atau kecamatan mana yang dianggap paling rawan selama proses pelaksanaan Pemilu. "Kita tidak boleh menganggap remeh, kita selalu berkoordinasi dengan Bawaslu. Kerawanan yang dimungkinkan terjadi di TPS, misalnya masyarakat yang datang ternyata tidak memiliki A5, atau potensi kerawanan lainnya," tuturnya. 

Sebagai salah satu upaya persiapan pengamanan, kepolisian pun menggelar simulasi. Dalam simulasi tersebut, tampak kerusuhan yang terjadi mulai dari proses pemungutan hingga penghitungan suara. Melihat ada kerusuhan, ratusan personil kepolisian dibantu Brimob dan dua unit K-9 turut membantu pengamanan. "Simulasi ini adalah suatu langkah untuk melakukan antisipasi terkait kemungkinan terjadi hal yang tidak kita inginkan," ujar Asfuri. 

Ia menjelaskan, untuk pengamanan saat hari H pelaksanakan Pemilu pada 17 April mendatang, disiagakan sebanyak 826 anggota kepolisian, 2 SSK personil TNI, Linmas yang ditugaskan di masing-masing TPS, Satpol PP dan elemen masyarakat lainnya. "Selain secara swadaya membantu pengamanan, kami juga imbau masyarakat untuk ikut menyampaikan hak pilihnya," tandasnya.

AKBP Asfuri menambahkan, selain melakukan pengamanan potensi kerawanan, kepolisian juga melakukan antisipasi potensi kriminalitas lainnya seperti curanmor dan penyalahgunaan narkoba. "Kami lakukan upaya pencegahan tindakan kriminalitas lainnya, tetapi sejauh ini belum ada laporan ada peningkatan bersamaan dengan momen pemilu," pungkas Asfuri. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00