• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Video Ibu Dorong Anak di Malang Viral, Polisi: Ini Hanya Kasus Salah Paham

29 March
12:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Warga Kota Malang sempat dihebohkan video yang viral beredar di media sosial, terkait aksi ibu yang sempat mendorong anaknya. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/3/2019) lalu di kawasan Jalan Bandung Kota Malang. Bahkan, Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Malang Kota turun tangan untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan kekerasan anak ini.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menegaskan jika kasus tersebut kini telah ditindaklanjuti personilnya dengan melakukan penyelidikan di lapangan. "Sudah kami dapatkan identitas orangtua dan anak yang ada dalam video. Kami langsung bergerak ke lokasi rumah ibu itu, kami lakukan penyelidikan dan pengambilan keterangan," kata Komang, Jumat (29/3/2019).

Dari hasil klarifikasi itu, Komang menegaskan jika peristiwa itu terjadi  lantaran ada kesalahpahaman antara ibu berinsial W dan anak yang ada dalam video tersebut. "Ada perselisihan antara anak dan ibu yang dilatarbelakangi kegiatan les. Jadi anak tersebut mau les diantar oleh orangtuanya. Karena tidak membawa baju ganti, si anak tidak mau ikut les. Sedangkan ibu menginginkan anak tetap harus berangkat les," paparnya.

Akibat kesalahpahaman itu, masih kata Komang, ibu mendorong anaknya dan terjatuh. "Tapi setelah itu, anak kembali ke mobil dan diantar kembali ke rumah disana sudah selesai. Anaknya sudah minta maaf ke ibunya juga karena sudah merasa membantah perintah orangtuanya. Padahal maksud orangtuanya baik agar si anak itu les supaya pintar," imbuhnya.

Klarifikasi kepolisian pada ibu si anak dilakukan pada Kamis (28/3/2019) kemarin malam. Dari klarifikasi itu, secara resmi sang ibu meminta maaf dan menyatakan bahwa ia khilaf. "Karena video itu sudah viral dia (ibu) pasrah, sehingga secara sadar membuat statmen klarifikasi terhadap viralnya video itu. Dimana memang diakui terjadi kesalahpahaman dan khilaf dari si ibu, dan berjanji tidak mengulangi lagi," tutur Komang. 

Ia menekankan jika hubungan antara anak dan ibu baik-baik saja. "Sekarang anak sudah bersekolah seperti biasa, tidak ada hal yang sangat mempengaruhi psikis anak dan segala maca. Ibaratnya hubungan ibu dan anak sudah terjalin kembali," ungkap dia.

Komang menambahkan, dengan adanya klarfikasi tersebut, maka kepolisian menilai jika proses penyelidikan sudah cukup. "Karena memang azas hukum itu untuk azas manfaat. Jadi memang apabila sudah tidak ada lagi yang perlu diperkarakan pidana, serta sudah ada video klarifikasi, itu sudah cukup. Ini juga untuk kebaikan anak, khususnya tumbuh kembang psikisnya. Sudah cukup, karena tidak ada lagi yang perlu kami cari, mungkin beberapa saja yang akan kita mintai keterangan," tegas Komang.

Sementara untuk pihak yang telah menyebarkan video viral tersebut, kepolisian hanya akan bertindak jika sudah ada laporan. "Kalau pada dasarnya ada laporan ya akan kami lanjuti, kalau memang tidak ada ya sudah tidak kami titik beratkan pada pengupload. Karena obyek dalam video itu yang lebih kami galih dan selidiki, klarifikasi. Kebetulan sudah kami dapatkan semua dan menurut kami ini hanya kesalapahaman saja, sehingga kami harapkan setelah video klarifikasi itu tidak menjadi persoalan lagi," pungkasnya. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00