• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Oknum Guru di Kota Malang Akui Lakukan Pelecehan Seksual di Sekolah

26 February
13:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Oknum guru di salah satu sekolah dasar berinisial IM telah menjalani pemeriksaan kepolisian, terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan pada siswinya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, guru olahraga ini mengakui jika telah melakukan tindakan asusila pada kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, pemeriksaan pertama pada oknum guru tersebut dilakukan pada Sabtu (23/2/2019) lalu. Rencananya, polisi akan kembali melakukan pemanggilan pekan ini. Sedangkan pihak yang sudah resmi melakukan laporan ke kepolisian sudah ada dua orang korban. 

"Karena penanganan kasusnya sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan, maka pemeriksaan pada terlapor dilakukan lagi. Sejauh ini, terlapor kooperatif menjalani pemeriksaan kepolisian," tuturnya, Selasa (26/2/2019).

Lebih lanjut Komang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, modus operandi yang dilakukan pelaku adalah memanfaatkan momen usai pelajaran olahraga untuk melakukan tindakan asusila pada siswinya. Kejadian itu terjadi pada Desember 2018 lalu. Sejauh ini, terlapor mengakui hanya melakukan tindakan tidak terpuji itu pada sekitar dua siswi, meskipun sebelumnya sempat beredar kabar bahwa jumlah korbannya mencapai 20 orang.

"Karena pelaku adalah guru olahraga, jadi dia memanfaatkan kesempatan ketika siswi ini ganti baju. Terkait jumlah pasti korbannya masih kita gali dari keterangan sejumlah saksi," kata dia.

Terlapor sendiri saat ini memang masih belum berstatus tersangka. Sebab kepolisian masih melanjutkan proses penyidikan sebelum menentukan tersangka. Namun jika oknum guru tersebut terbukti bersalah, maka bisa dijerat pada 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. "Ancaman hukumannya kurungan penjara minimal 5 tahun, dan maksimal 15 tahun penjara," tegas Komang.

Terkait dugaan pelaku menderita phedofil, tidak menutup kemungkinan kepolisian akan melakukan tes psikologi pada oknum guru ini. "Untuk lebih lanjut belum diambil kesimpulan karena masih proses penyidikan, tetapi ada motif ke arah sana. Untuk itu, akan dilakukan pendalaman kejiwaan terlapor, akan kita lakukan juga termasuk pemeriksaan psikolog pada saksi korban dan terlapor untuk melengkapi bukti," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00