• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Polisi: Kasus Dugaan Pencabulan Siswi di Kota Malang Naik ke Tingkat Penyidikan

26 February
12:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan salah seorang oknum guru salah satu sekolah dasar di Kota Malang mulai menemui titik terang. Bahkan kini status penanganannya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, dengan adanya kenaikan status menjadi penyidikan, maka kepolisian akan kembali melakukan pemanggilan lagi sejumlah saksi termasuk terlapor.

"Ada perkembangan yang signifikan terkait penemuan alat bukti yang diindikasikan pada perbuatan cabul tersebut. Saat ini, dari penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan, sehingga dalam waktu dekat pemeriksaan saksi-saksi akan kita lengkapi termasuk walimurid, guru, Dinas Pendidikan, dan terlapor," papar AKP Komang saat ditemui di Polres Malang Kota, Selasa (26/2/2019). 

Hingga kini, pihak kepolisian masih belum menaikkan status oknum guru tersebut menjadi tersangka. Pasalnya, masih ada sejumlah proses penyidikan yang harus dilakukan. Terlapor sendiri telah memenuhi panggilan kepolisian pada Sabtu (23/2/2019) lalu. 

"Kita harapkan semakin mengerucut, sehingga perkara ini bisa diproses lebih lanjut berkoordinasi dengan jaksa. Setelah proses penyidikan, pada akhirnya memang akan kita tetapkan sebagai tersangka, tetapi pemeriksaan saksi-saksi masih terus," tuturnya.

Komang menjelaskan, sejauh ini kepolisian telah memiliki sejumlah alat bukti untuk mengungkap kasus asusila ini. Diantaranya hasil visum korban, keterangan saksi, dan petunjuk lainnya. Saat ini, total sudah ada 18 orang saksi yang telah diperiksa.

"Pemeriksaan saksi-saksi harus diperbarui, karena dari lidik ke sidik harus dilengkapi keterangan saksi yang terbaru," katanya.

Ia menegaskan, tidak ada intervensi pihak manapun dalam penanganan kasus ini. Sebelumnya, kepolisian dinilai lambat melakukan penanganan, mengingat kasus ini mencuat sejak awal Februari lalu. 

"Sampai saat ini kami selaku penyidik belum melihat ada intervensi baik dari pihak manapun, kami memposisikan kasus ini secara normatif, objektif, dan sesuai fakta hukum," tegasnya.

"Secara garis besar, tidak ada kendala dalam proses pengusutan. Tetapi memang memakan waktu karena saksi-saksinya cukup banyak, menungu hasil visum. Apalagi saksi dan korbannya merupakan siswa SD, pemeriksaannya tidak boleh mengganggu proses belajar mengajar," imbuhnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00