• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Polres Malang Kota Bakal Panggil Oknum Guru Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

20 February
14:50 2019
0 Votes (0)

Polres Malang Kota akan segera memanggil oknum guru berinisial IM yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sedikitnya 20 siswi salah satu sekolah dasar di Kota Malang. Pemanggilan tersebut dilakukan setelah hasil visum korban telah keluar pada Selasa (19/2/2019) kemarin.

"Hasil visum sudah keluar kemarin sore, saat ini sudah ada di Reskrim dan Unit PPA Polres Malang Kota. Hasil visum ini tidak dapat dipublikasikan, nanti akan menjadi alat bukti di persidangan," kata Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Rabu (20/2/2019).

Ia mengungkapkan, pemanggilan terlapor ini dilakukan pada pekan ini. Terlapor nantinya akan dimintai  keterangan terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pada siswinya. Sedangkan kepala sekolah dan komite sekolah telah dipanggil pekan lalu. "Selain terlapor, kami juga akan memanggil Dinas Pendidikan untuk dimintai keterangan terkait rekam jejak terlapor selama ini," ungkapnya.

Terkait kasus ini, kepolisian telah memanggil 15 saksi untuk dimintai keterangan. Sementara korban yang melapor masih satu orang. "Saat ini kami masih mencari saksi-saki lain. Mudah-mudahan ke depannya masih ada alat bukti lain. Sementara ini alat buktinya adalah keterangan saksi dan hasil visum," tandas wanita yang kerap disapa Heni ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dunia pendidikan di Kota Malang tercoreng akibat dugaan tindakan asusila yang dilakukan seorang oknum guru olahraga pada siswinya. Kasus ini tak hanya menjadi sorotan warga Malang saja, bahkan Komisi Nasional Perlindungan Anak juga sempat mendatangi pihak kepolisian untuk mendesak agar kasus ini bisa segera diselesaikan. Sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat peduli pendidikan dan anak juga sempat menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Malang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00