• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Terkait Kasus Pencabulan Anak, Polres Malang Kota Telah Periksa 15 Saksi

18 February
15:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Sebanyak 15 saksi telah menjalani pemeriksaan kepolisian terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan salah seorang oknum guru olahraga di salah satu sekolah dasar di Kota Malang berinisial IM. Belasan saksi tersebut diantaranya merupakan korban dugaan pelecehan seksual. Sementara total korban akibat kasus ini, disinyalir mencapai lebih dari 20 siswa.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengakui jika korban yang resmi memberikan laporan pada pihak kepolisian memang baru satu orang. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada korban lainnya agar melapor pada kepolisian. 

"Kita berbicara sesuai fakta hukum dan konsentrasi ke arah laporan yang sudah ada. Bagi pihak yang merasa dirugikan silahkan melapor. Saat ini sudah ada 15 saksi diperiksa," katanya usai melakukan audiensi dengan Komnas Perlindungan Anak di Polres Malang Kota, Senin (18/2/2019).

Terkait tuduhan bahwa kepolisian lamban menangangi kasus ini, Komang menegaskan jika pihaknya tidak bisa memaksa korban yang enggan melapor ke kepolisian. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini memerlukan waktu yang cukup panjang mengingat banyaknya saksi yang harus diperiksa. 

"Jika yang merasa dirugikan tidak mau laporan, ya kita tidak bisa memaksa. Jika  memang ada laporan, secepatnya akan kita tindak lanjuti, apalagi ini kasus anak sebagai korban yang wajib kita lindungi. Yang jelas, saksi-saksi cukup banyak, kita memerlukan waktu untuk melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Terkait status oknum guru yang saat ini masih sebagai terlapor, AKP Komang Yogi menegaskan jika statusnya bisa saja naik sebagai tersangka. Asalkan, barang bukti dan hasil penyidikannya sudah cukup. 

"Beberapa korban tidak mau melakukan pelaporan, kita juga tidak bisa memaksa. Tetapi di satu sisi kita juga tidak mau diintervensi dan ditekan terkait penyelidikan kasus ini. Bagi yang menghalangi penyelidikan kasus ini bisa dilakukan ancaman pidana," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00