• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Demi Penuhi Kebutuhan Hidup, Pasutri Petani Asal Pasuruan Jual Sabu

29 January
14:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Demi memenuhi kebutuhan hidup, pasangan suami istri asal Kabupaten Pasuruan berinisial BAM alias Samali (43) dan sang istri IS (49) menjual narkoba jenis sabu. Saat ini keduanya mendekam di tahanan Polres Malang Kota. Selain menangkap pasutri tersebut, Satreskoba Polres Malang Kota juga mengamankan SUP (34) warga Dusun Kuntul Kabupaten Pasuruan.

Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Samsul Hidayat mengatakan, penangkapan jaringan narkoba ini berawal ketika polisi menangkap IS ketika mengkonsumsi sabu di salah satu hotel di Kota Malang dengan barang bukti 0,36 gram sabu. "Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat jika ada peredaran narkoba. Kemudian kita tangkap SUP di hotel," kata AKP Syamsul, Selasa (29/1/2019).

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata SUP mendapatkan barang haram tersebut dari pasutri BAM dan IS. Dari penangkapan keduanya, polisi mengamankan 36 gram sabu. "Pada polisi, mereka mengaku jika pada awalnya ia melayani pembeli via telpon pada BAM  Namun ia menyuruh istrinya untuk mengantar," tuturnya.

Namun berdasarkan hasil tes urine, sang istri IS negatif menggunakan narkoba. Namun perannya hanya membantu suami mengedarkan narkoba. Ketiga tersangka sehari-harinya bekerja sebagai petani. "Motivasi mengedarkan narkoba karena faktor ekonomi. Narkoba ini didapat dari daerah Pasuruan juga yang saat ini dalam penyelidikan. Ia membeli sabu senilai  Rp 900 ribu dan dijual Rp 1,2 juta. Menurut keterangan tersangka, mereka sudah tiga bulan menjadi pengedar narkoba," tandas Syamsul.

Akibat perbuatannya, SUP dijerat pasal 112 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. "Sedangkan untuk pengedar IS dan BAM dijerat pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. 
 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00