• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pertahanan & Keamanan

2019, Bea Cukai Malang Perketat Peredaran Barang Ilegal

8 January
10:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai  (KPPBC-TMC) Malang akan memperketat peredaran barang ilegal di wilayah Malang. Selain untuk menciptakan iklim usaha khususnya industri cukai, pengawasan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan target penerimaan negara yang dibebankan pada kantor bea cukai.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan mengatakan, pada tahun 2019 tidak ada kenaikan tarif cukai hasil tembakau. Meski demikian, target APBN tetap mengalami kenaikan, sehingga penerimaan negara dari sektor perpajakan harus bisa dioptimalkan.

"Bea Cukai Malang akan terus berusaha dalam optimalisasi penerimaan negara melalui pelayanan, termasuk memudahkan proses bisnis pengusaha jasa demi meningkatkan penerimaan negara," kata Rudy, Selasa (8/1/2019).

Selain pelayanan, Bea Cukai Malang juga bertekad untuk meningkatkan pengawasan demi menurunkan peredaran barang kena cukai ilegal. Sebab di tahun 2106, peredaran barang ilegal sebesar 12,4 persen, kemudian di tahun 2018 turun menjadi 7,04 persen. 

"Di tahun 2020, ditargetkan peredaran barang ilegal menurun jadi 3 persen. Demi mewujudkan target ini, kami akan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait kepabeanan dan cukai. Harapannya, di Malang dapat tercipta iklim usaha yang kondusif," tuturnya.

Terkait capaian Bea Cukai Malang selama 2018, Rudy mengungkapkan jika penerimaannya mencapai Rp 20 Triliun lebih atau mencapai 103,07 persen. Rinciannya, bea masuk sebesar Rp 30,3 Miliar, cukai hasil tembakau sebesar Rp 19,8 Triliun, cukai etil alkohol Rp 41,2 Miliar, cukai MMEA Rp 199 Miliar, serta cukai lainnya dan denda administrasi.

"Selama tahun 2018, capaian tertinggi penerimaan diperoleh pada bulan Desember dengan jumlah capaian Rp 3 Triliun lebih atau hampir dua kali lipat dari target bulanan yang telah ditetapkan," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memberikan apresiasi terhadap capaian pendapatan yang diraih Bea Cukai Malang. Menurutnya, perolehan tersebut dapat membantu pemerintah untuk mengembangkan usaha yang menjadi program daerah.

"Ini sebuah capaian yang besar, karena jumlah 100 bisa melakukan capaian yang besar baik dari sisi penindakan dan pendapatan negara.Capaian tugas cukai harus disampaikan maksimal untuk memperkuat daya saing perdagangan maupun bisnis," tuturnya.

Selain itu, ia juga berpesan agar distribusi  perdagangan minuman beralkohol dan peredaran barang yang dijual secara online  terus dilakukan. 

"Ini dalam rangka  merawat pemuda 
-pemudi di Kota Malang supaya tidak kena dampak kemajuan kota. Selain itu, tren perdagangan online juga tidak bisa dipandang sebelah mata, karena sudah tidak ada batas. Sehingga semua pihak harus melakukan langkah-langkah pengawasan," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00