• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Angkut Ratusan Ribu Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Amankan Minibus

23 November
14:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang mengamankan sebuah minibus yang diketahui mengangkut rokok ilegal jenis SKM merek 'NUE' isi 20 sebanyak 16.700 bungkus atau sekitar 334.000 batang. Penangkapan minibus tersebut dilakukan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang perbatasan antara Malang dan Blitar.
 

Plh. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Surjaningsih mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas Bea Cukai Malang, bahwa akan ada pengiriman rokok ilegal menggunakan minibus berwarna hitam dari Kecamatan Gondanglegi menuju ke arah Kota Blitar sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (21/11/2018) lalu.

"Petugas sengaja menunggu kedatangan minibus itu di pinggir jalan. Begitu mengetahui ada petugas, target sempat membanting stir ke arah kiri keluar dari jalan raya.bTarget melarikan diri ke arah hutan dengan meninggalkan minibus dalam keadaan dikunci setir tanpa ada kunci kontak," ungkap Surjaningsih, Jumat (23/11/2018).

Usai minibus ditinggalkan pengemjdinya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut dengan membuka paksa pintu minibus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, didapati barang bukti berupa rokok ilegal. "Petugas langsung membawa barang bukti beserta minibus ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Terhadap pelanggaran tersebut, diduga melanggar pasal 56 jo 66 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. "Potensi Kerugian negara dari operasi ini mencapai Rp 157.669.710," tandasnya. 

  • Tentang Penulis

    Hanum Oktavia

    Reporter dan Redaktur LPP RRI Malang

  • Tentang Editor

    Syamsuddin Putra

    Reporter LPP RRI Malang-Sekali di Udara Tetap di Udara

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00