• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Puluhan Ribu Batang Rokok dan Miras Ilegal Masih Beredar di Malang

4 November
12:46 2018
1 Votes (4)

KBRN, Malang: Peredaran rokok ilegal masih ditemui di wilayah Malang. Bahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang telah mengamankan rokok jenis SKT sebanyak 4.800 bungkus atau sekitar 57.600 batang beberapa waktu yang lalu. Rokok dengan pita cukai palsu tersebut disita di kawasan Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

 

Di lokasi yang sama, petugas Bea Cukai juga mengamankan minuman keras berbagai merek golongan A sebanyak 26.250 karton atau 426.484 botol. Minuman keras itu diduga dijual tanpa izin.

 

Plh. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang,Surjaningsih mengatakan, operasi tersebut dilakukan setelah petugas Bea Cukai mendapatkan informasi bahwa terdapat gudang di Desa Banjararum yang didugadigunakan sebagai tempat menyimpan miras golongan A tanpa memiliki izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

 

“Ketika berada di lokasi, petugas menemukan tiga gudang yang menyimpan miras golongan A, dua di antaranya tidak memiliki NPPBKC. Sembari menunggu proses pencacahan barang bukti, beberapa petugas memeriksa ekspedisi DC yang masih dalam kompleks ruko yang sama. Pemeriksaan didasari dengan adanya kecurigaan terhadap bau tembakau dari lokasi ekspedisi DC,” papar Surjaningsih, Minggu (4/11/2018).

 

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa puluhan ribu batang rokok ilegal dengan terduga pemilik rokok berinisial A. Sehingga petugas Bea Cukai Malang mendapatkan dua temuan di Singosari.

 

Untuk barang bukti berupa rokok ilegal dibawake kantor. Sedangkan terhadap barang bukti berupa miras golongan A yang berada di duagudang diamankan dengan menyegel pintu akses keluar masuk gudang,” tuturnya.

 

Surjaningsih menambahkan, terduga penjual rokok ilegal berinisial A dikenai pasal 56Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dengan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

 

“Sementara untuk warga berinisial D yang diduga sebagai penyalur miras ilegaldikenaipasal 14 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dengan sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 200 juta,” tegasnya.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00