• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Gerebek Pabrik Miras Ilegal di Kabupaten Malang

26 October
06:43 2018
1 Votes (4)

KBRN, Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang melakukan penggerebekan produsen miras ilegal di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, Selasa (23/10/2018). Pada penggerebekan kali ini, ada tiga rumah yang menjadi sasaran petugas.

Di rumah pertama, petugas mengamanka minuman keras jenis trobas sebanyak dua jerigen atau 40 liter, fermentasi ketan sebanyak 28 drum atau 970 liter, serta peralatan yang digunakan dalam melakukan produksi. Sedangkan di rumah kedua petugas mengamankan minuman keras jenis trobas sebanyak 3 jerigen atau 35 liter, fermentasi ketan sebanyak 13 drum atau 455 liter, dan peralatan yang digunakan dalam melakukan produksi. Sementara di rumah ketiga, petugas mengamankan minuman keras jenis trobas sebanyak 6 jerigen dan 3 galon atau 121 liter.

Plh. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Surjaningsih mengatakan, penggerebekan itu berawal dari informasi warga sekitar yang menyatakan bahwa terdapat beberapa rumah yang diduga digunakan sebagai tempat memproduksi minuman keras (miras) ilegal di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

"Setelah mendapat laporan warga, petugas pengamanan kami melakukan penyegelan terhadap barang bukti, serta membawa  pekerja dan dan seorang berinisial SK yang merupakan istri dari H, terduga penjual miras. Mereka dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Surjaningsih, Jumat (26/10/2018).

Sehari kemudian, petugas berhasil membawa SO yang diduga sebagai pemilik usaha, serta SK yang merupakan suami H. Mereka sempat melarikan diri ketika petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Mereka diduga menjalankan kegiatan pabrik barang kena cukai tanpa memiliki izin," tegasnya.

Terhadap pemilik usaha, diduga melanggar pasal 50 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit  dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

"Sementara barang buktinya kita  lakukan pengamanan dan penyegelan. Sampai saat ini, kasus sedang dalam penelitian lebih lanjut oleh Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan," tandas Surjaningsih. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00