• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Polres Malang Kota Amankan Ribuan Botol Arak Jawa

22 October
15:05 2018
1 Votes (1)

KBRN, Malang: Ribuan botok arak Jawa diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang Kota di Kios Lapota. Di kios minuman yang berada  di jalan Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu menjual beragam arak dengan berbagai ukuran. 

 

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengungkapkan,  penggerebekan di kios tersebut dilakukan Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Dari penggerebekan tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Yakni, 85 kardus masing-masing berisi 12 botol besar dengan total 1.020 botol, 679 botol sedang, 5 botol kecil (600 ml), 80 botol bir bintang, 4 jurigen total berisi 100 liter, 26 jurigen kosong masing-masing  berisi 25 liter, 1750 botol tutup orange, 1.296 buah tutup botol orange, seperangkat tandon air warna kuning, 2 bak warna merah, 2 slang karet, 2 corong plastik, 480 botol plastik kosong, dan 825 botol besar.

 

“Selain barang bukti arak, kami juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial JS 52 tahun, warga jalan Simpang LA Sucipto Perum Green Sulfat Residence Blok C, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang,” ungkap Asfuri, Senin (22/10/2018).

 

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap minuman tersebut apakah ada campuran atau asli. Sample minuman telah dikirimkan ke labfor dan hasilnya diketahui dalam waktu dekat. Menurut keterangan JS, minuman itu dipasarkan di Kota Malang dan sekitarnya selama setahun terakhir.

 

“Menurut keterangan terlapor, Arak Jawa tersebut didapatkan dari membeli pada JK, warga Semanding, Tuban, dalam bentuk kemasan jerigen biru 25 liter dengan harga Rp 350 ribu. Kemudian oleh dituang dalam tandon kuning yang sudah dimodifikasi untuk pengemasan ulang," kata dia.

 

Pengemasan ulang tersebut dilakukan di rumahnya dengan cara dimasukkan ke dalam botol-botol berukuran kecil, sedang, dan besar, kemudian ditutup dengan tutup orange. JS menjual arak tersebut dengan harga bervariasi mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu. 

 

Akibat perbuatannya, JS dikenakan Pasal 204 ayat 1 KUHP dan atau pasal 62 Jo pasal B ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan pasal 140 dan pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan atau pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan. “Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tandas Asfuri. (num)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00