• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Pengedar Narkoba Kembali Dibekuk Polres Malang Kota

10 October
12:51 2018
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Peredaran narkoba di Kota Malang tak pernah berhenti. Kepolisian pun terus memburu pengedar barang haram tersebut.  Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Makota kembali kembali menangkap pengedar sabu-sabu pada Jumat (21/9/2018) lalu. 

Tersangka berinisial HS (34) diringkus pihak kepolisian berdasarkan laporan dari masyarakat.

Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, tersangka ditangkap di rumahnya Jalan Kolonel Sugiono Kota Malang tanpa perlawanan. "Tersangka berhasil ditangkap setelah terbukti menjual barang haram berupa sabu kepada salah satu pengguna narkoba yang saat ini juga sudah ditangkap," kata Syamsul, Rabu (10/10/2018).

Saat ditangkap, dari tangan tersangka ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 6,73 gram, dompet dan satu buah ponsel. Sehari-hari, pria yang bekerja serabutan tersebut nekat menjual narkotika untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenai pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. "Tersangka dikenai ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, sepanjang bulan Agustus sampai September 2018, Satreskoba sudah berhasil menangkap 79 tersangka dengan 67 Laporan Polisi (LP). "Bulan Agustus, ada 37 LP dengan 41 tersangka. Sementara, hingga bulan September berjalan, ada 30 LP dengan 38 tersangka," kata dia.

Pengguna narkoba, sambung Syamsul,  merupakan masyarakat dari berbagai status sosial, mulai dari mahasiswa hingga karyawan swasta.  Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah pengedaran narkoba paling beaar karena Kota Malang merupakan jujugan pelajar. 

"Setiap tahun jumlah mahasiswa terus bertambah. Kami akan terus  memberantas narkoba. Peran masyarakat juga penting untuk melakukan ungkap kasus narkoba, jangan takut melapor jika ada temuan narkoba," tandas Syamsul. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00