• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Bea Cukai Malang Amankan 743 Kilogram Tembakau Iris Ilegal

25 July
14:36 2018
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Cukai Malang mengamankan total 743 kilogram tembakau iris ilegal senilai Rp Rp 33 juta lebih dengan potensi kerugian negara senilai Rp Rp 7,4 juta.

Operasi pertama digelar di Dusun Sonotengah RT 03/RW 13, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Pada operasi penertiban yang digelar 10 Juli 2018 lalu, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial R, serta sejumlah barang bukti berupa dua karung seberat 50 kilogram, 1 buah alat linting, 1 buah alat semprot saos, 2 pack etiket, dan 6 botol saos.

"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarkat sekitar bahwa di rumah tersangka R terdapat aktivitas kegiatan produksi tembakau iris," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Cukai Malang, Rabu (25/7/2018).

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat,  petugas Bea Cukai Malang bergerak menuju ke lokasi rumah tersangka. Tersangka terbukti menyimpan barang kena cukai hasil tembakau berupa tembakau iris  tanpa dilengkapi dokumen pelindung cukai.

"Dari pemeriksaan lebih lanjut, petugas kembali menyegel barang bukti yang berada di dalam gudang rumah tersangka berupa 14 karung tembakau iris seberat 420 kilogram, 20 karung tembakau seberat 600 kilogram, serta sejumlah alat untuk mengemas tembakau," ungkapnya.

Sementara kasus kedua, petugas Bea Cukai Malang mengamankan delapan karung tembakau iris ilegal seberat 273.000 gram di Jalan Sekarputih RT 04/RW 03, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Namun sayang, ketika petugas datang, pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi.

"Kami juga mendapatkan informasi ini dari warga. Saat ini, pemilik tembakau iris ilegal masih dalam pencarian," tegas Rudy.

Untuk kasus pertama, pelaku diduga melanggar pasal 14 ayat 7 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan sedang dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan.

"Sementara untuk kasus kedua, pelaku melanggar pasal 56 jo 66 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan sedang dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan," tandas Rudy. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00