• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Gerakan Kembali Belanja ke Pasar Tradisional Mulai Diterapkan di Kota Malang

24 January
14:39 2018
1 Votes (3)

KBRN, Malang: Gerakan kembali belanja ke pasar tradisional di Kota Malang mulai diterapkan di tahun 2018. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya agar pasar tradisional kembali diminati oleh masyarakat di tengah gempuran toko-toko modern. 

Kepala Bidang Pengelola Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Malang, Eko Syah mengatakan, ide gerakan tersebut dicetuskan sejak tahun 2017 lalu, dan baru bisa direalisasikan pada awal tahun 2018. “Kegiatan ini diawali dengan memberikan edukasi pada masyarakat agar mau belanja ke pasar tradisional,” ujar Eko Syah, Rabu (24/1/2018).

Edukasi tersebut difokuskan pada anak-anak sekolah mulai TK hingga SMA. Bentuk edukasinya, Pemerintah Kota Malang mengajak mereka berkunjung ke pasar tradisional. Salah satu pasar di Malang yang menjadi jujukan untuk gerakan tersebut yakni pasar Oro-Oro Dowo  di Kecamatan Klojen Kota Malang. “Saat ini pasar percontohan Oro-oro Dowo menjadi tujuan studi bandi beberapa sekolah, untuk mengajarkan anak-anak agar mau belanja ke pasar tradisional,” tuturnya.

Eko mengungkapkan, sejauh ini gerakan tersebut sudah menunjukkan respon positif. Nantinya, juga akan ada promo-promo berupa diskon untuk semakin menarik minat pengunjung untuk datang ke pasar tradisional. “Responnya positif, anak-anak sudah mulai senang masuk pasar tradisional," kata Eko.

 

Selain memberikan sosialisasi pada masyarakat, Pemkot Malang juga akan melakukan revitalisasi 20 pasar tradisional di tahun 2018. Sementara pada tahun 2017 lalu, ada dua pasar yang dilakukan perbaikan, yakni Pasar Besar Malang bagian timur dan Pasar Gadang lama.

 

Sementara itu, Sutilah, salah satu pedagang di Pasar oro-oro Dowo menilai, gerakan yang diinisiasi Pemkot Malang tersebut sudah bagus. Namun teknisnya harus lebih terorganisir lagi. Misalnya untuk kunjungan siswa sekolah ke pasar, seharusnya jadwalnya tidak pada jam belanja warga.

“Anak seharusnya diajakke pasar tidak saat jam sibuk orang belanja, sehingga kami para pedagang bisa lebih maksimal memberikan pembelajaran tentang belanja ke pasar tradisional,” tandasnya. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00