• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Marak Promosi Properti Berbunyi Bebas Pajak, Ini Himbauan BP2D

11 December
14:00 2017
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Warga Kota Malang sebaiknya lebih cermat ketika akan membeli properti seperti rumah, tanah, kavling, atau villa. Pasalnya, kini marak  iklan properti dengan promosi khusus bebas pajak, baik itu Pajak Bumi & Bangunan (PBB) maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB).  

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ade Herawanto menegaskan, agar masyarakat jangan sampai tertipu oknum yang menjanjikan promo gratis pajak.

"Jadi boleh dibilang, iklan seperti itu kurang mendidik masyarakat dalam hal perpajakan bahkan bisa dikata menyesatkan," kata Ade Herawanto, Senin (11/12/2017).

Ia menjelaskan, terkait perpajakan semua sudah ada ketentuan. Dalam  Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang BPHTB Pasal 4, menyatakan bahwa hanya objek pajak tertentu yang tidak dikenakan BPHTB. Diantaranya, untuk keperluan perwakilan diplomatik dan konsulat, kepentingan negara untuk penyelenggaraan pemerintahan atau pembangunan guna kepentingan umum serta orang pribadi dengan catatan karena wakaf dan kepentingan ibadah. 

"Atas dasar itulah, masyarakat harus lebih cermat jika ingin melakukan transaksi pembelian properti. Ada baiknya, lebih dulu menanyakan secara konkret terkait mekanisme pemberkasan dan pembayaran pajaknya dengan pihak pengembang atau langsung ke BP2D," paparnya. 

Lebih jauh, Ade mengingatkan bahwa mungkin juga ada unsur penipuan oleh oknum jika sampai menjanjikan bebas pajak dalam mengurus jual beli tanah atau rumah.

“Patut disayangkan jika ada masyarakat yang tersangkut urusan pajak sampai ke ranah hukum. Niat awalnya beli murah, malah rugi berlipat-lipat," ujar Ade.

Terkait penetapan menetapkan besaran PBB atau BPHTB, pihak BP2D melakukan tahapan-tahapan secara prosedural. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan atau penelitian lapangan langsung ke lokasi.  

“Saat ini BP2D tidak lagi melakukan Verlap (verifikasi lapangan, Red). Yang ada hanyalah pemeriksaan sederhana lapangan sesuai dengan peraturan," tandasnya. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00