• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Publik Punya Peran Penting dalam Penguatan Konten RRI dan TVRI

7 December
14:38 2017
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Partisipasi masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Sebab LPP yang mencakup Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) memang didirikan untuk memenuhi dan melayani semua kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam Lokakarya Nasional bertemakan 'Penguatan Konten Siaran RRI dan TVRI dalam Kerangka RTRI' di Universitas Merdeka Malang, Kamis (7/12/2017). 

Dalam lokakarya yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Mistam dan anggota Dewan Pengawas TVRI Kabul Budiono tersebut diharapkan mampu menghasilkan rumusan rekomendasi bagi penguatan konten siaran LPP guna memenuhi kebutuhan publik.

"Masyarakat harus merasa bahwa partisipasi adalah menjadi hak bagi mereka dalam konten siaran LPP, dan itu harus bisa diwujudkan secara nyata oleh RRI dan TVRI," kata Paulus Widiyanto, Anggota Perumus UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sekaligus salah satu pembicara lokakarya.

Menurutnya, mayoritas masyarakat kini khususnya dari kalangan generasi muda masih belum mengenal LPP. Sebab mereka hidup di era dimana banyak media massa swasta. "Untuk itu, kita harus mengenalkan kembali bahwa LPP itu ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait siaran yang sesuai dengan jati diri bangsa kita," tuturnya.

"Selama ini jika ada kelompok masyarakat yang melihat TVRI dan mendengarkan RRI diangkap sebagai orang lama, stigma inilaih yang harus diubah," imbuh mantan anggota Komisi I DPR RI ini.

Agar masyarakat turut berperan aktif dalam konten siaran LPP, maka Paulus menyarankan agar RRI dan TVRI aktif melibatkan masyarakat yang memiliki karya. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai media sosialisasi juga digencarkan seiring dengan perkembangan teknologi.

"LPP harus mendekatkan diri pada masyarakat, khususnya mereka yang punya komunitas kebudayaan atau keahlian. Sehingga mereka juga merasa memiliki LPP," tandasnya.

Dalam lokakarya tersebut, diikuti oleh ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Merdeka Malang, praktisi media, dan pegiata budaya di Malang. Selain pihak dewan pengawas RRI dan TVRI, dosen FISIP Unmer Rochmad Effendy juga turut menjadi pembicara untuk menuangkan idenya terkait penguatan konten LPP dari kacamata akademisi. (num)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00