• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Debitur Menuntut KCP BRI Watampone Atas Penggelapan Dana Lelang dan Asuransi

15 January
13:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bone : Nasabah Kreditur Bank Rakyat Indonesia (Persero) melakukan unjuk rasa di depan halaman kantor Bank, Rabu (15/1/2020) dengan mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak management Bank BRI Cab. Bone, terkait hasil penjualan 2 aset ruko milik debitur melalui proses lelang yang tidak tranparan dan akuntabel.

Djasdar pemilik ruko yang juga debitur BRI kepada media menjelaskan, Hasil penjualan ruko atas nama Djasdar dan Boby melalui proses lelang menemukan hal kejanggalan diantaranya pihak bank tidak transparan dan proses lelang tidak sesuai aturan yang berlaku bahkan hasil penjualan ruko lebih rendah dari harga yang ditetapkan pemilik ruko.

"Ruko saya dilelang dibawah harga kredit dan dimana ada proses lelang di negara hanya diikuti satu peserta serta peserta tersebut pemenang lelang," Ungkap, Djasdar.

Djasdar mengungkapkan, Harga jual yang dilepas oleh dirinya bersama Boby sebesar Rp. 3.2 Milyar lebih namun pihak Bank melelang dengan harga Rp. 2.1 Milyar lebih rendah dari harga jual yang ditetapkan.

"Sudah ada kesepakatan dengan kepala cabang apalagi ada bukti saya pegang," Tegas, Djasdar.

Debitur ini juga meminta pihak BRI Cab. Bone untuk meminta kejelasan selisih dari penjualan kedua aset ruko tersebut dan asuransi kebaran yang tidak diketahui keberadaanya.

Sementara pengakuan pihak management BRI Cab. Bone menurut Djasdar bahwa proses lelang tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku.

"ow ia itu benar, apanya yang benar, tidak ada benarnya dan saya pegawai bank semua uang di dalam bisa saya bedakan,"Tegasnya.

Sementara itu, Yahya Rasit Kuasa Hukum dari Djasdar menjelaskan, Pemenang lelang atas penjualan kedua ruko tersebut ikut serta dalam tindak pidana perbankan karena peserta yang satu orang dan ini jelas ada konspirasi sebab sesuai aturan lelang peserta harus lebih dari satu orang.

"Jadi ini presekusi yang dilakukan oleh bank," Kata, Kuasa Hukum Djasdar.

Yahya menambahkan, Proses lelang ini jelas menyalahi hukum sebab peserta lelang hanya terdapat satu peserta, selain itu, hasil lelang digelapkan oleh pihak bank termasuk asuransi di gelapkan dan pengurusakan aset yang melakukan tindakan melawan hukum.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00