• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bupati Bone : Melihat Curah Hujan, Insyaallah Bone tidak Banjir

13 January
14:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bone : Menghadapi cuaca ekstrem yang telah melanda sebagian daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Kab. Bone bersama instansi terkait pagi tadi, Senin (13/1/2020) menggelar Apel Siaga Bencana gabungan di kompleks Stadion Lapangan Lappatau Bone dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Bupati Bone A. Fashar M Padjalangi saat ditemui media usai memimpin Apel Siaga Bencana mengatakan, Pemerintah daerah bersama pihak terkait lainnya telah siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah bone dengan mengerahkan sepenuhnya kemampuan personil dan peralatan yang dimiliki sesuai standar operasional atau (SOP).

"Kita berharap tidak terjadi tetapi seandainya terjadi kita sudah siap, artinya protap yang kita akan lalui itu siap dan itu wujud apel siaga yang dilaksanakan begitu juga oleh korem," Tegasnya.

Bupati Bone menyebutkan, Untuk daerah rawan terjadi bencana alam di bone khusus banjir berada di wilayah bone bagian utara dikarenakan adanya banjir kiriman dari kabupaten lain melalui aliran sungai walanae bone namun Andi Fashar memperkirakan banjir di wilayah tersebut tahun ini tidak akan terjadi dengan melihat kondisi cuaca dan kondisi aliran sungai masih terbilang normal.

"Kalau di bone persoalan air biasanya di utara terutama banjir kiriman seperti terjadi sekarang di soppeng dan itu biasa terjadi di bone tetapi melihat curah hujan saya kira tidak insyaallah tahun ini nda," Jelas, A. Fashar M Padjalangi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone, Dray Vebrianto menyebutkan, Terdapat 14 daerah kecamatan di Kab. Bone yang masuk daerah rawan bencana, Untuk potensi bencana yang kerap terjadi yakni bencana banjir, angin puting beliung, angin muson di pantai dan longsor. selain itu juga bencana alam pada musim kering kerap terjadi kebakaran lahan dan terdapat juga ancaman gempa bumi sebab daerah bone berada di dua lempeng aktif di sesar walanae dan poro.

"Daerah aliran sungai (DAS) Walanae itu berpotensi banjir karena kita tahu kalau kita tidak hujan tetapi wajo dan soppeng banjir pasti kita banjir juga karena kiriman apalagi kondisi air laut di bone lagi pasang," Jelasnya.

Sebagai tindaklanjut dari Apel Siaga Bencana yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bone. Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan menyusuri bibir pantai di sekitar pelabuhan Bajoe Bone siang tadi, Senin (13/1/2020), Dalam penyisiran tersebut SAR Sat Brimob Polda Sulsel bersinergi dengan Pihak Basarnas Bone untuk melaksanakan upaya sosialisasi perihal himbauan kepada masyarakat pesisir dan para nelayanan untuk tidak melaut mengingat kondisi angin dan gelombang laut sangat membahayakan jiwa atau keselamatan seseorang.

"Tentu kegiatan siang ini kita lihat apel siaga bencana pagi tadi, kita tindaklanjuti dengan aksi turun lapangan dengan pemantauan lansung di sekitaran pelabuhan banjoe sehingga kali ini saya bersama tim basarnas akan melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melaut dulu," kata, Danyon C Pelopor Komp. Nur Ichsan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00