• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kodam XIV/Hasanuddin Kembali memberangkatkan Pasukan Perdamaian Dunis ke Lebanon.

3 December
09:24 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: 600 personil TNI Angkatan Darat Kodam XIV/Hasanuddin dari Batalyon Yonif 726/Tamalatea kembali mendapat kehormatan untuk melakukan misi perdamaian dunia di Negara Lebanon.  

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi memimpin  Apel Pemberangkatan Satgas Yonif 726/Tamalatea dalam Rangka Rotasi Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) TA 2019, berlangsung di Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, Selasa (03/12/2019).

Perlu saudara ketahui bahwa penugasan operasi di bawah naungan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari ”Operasi Militer Selain Perang” sebagaimana tertuang dalam UU No. 34 Tahun 2004, yang dilandasi oleh kebijakan politik luar negeri Indonesia yaitu ”Politik Bebas dan Aktif” ujar Mayjen Surawahadi.

Dikatakan sesuai mandat konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yaitu “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Maka kesempatan sebagai duta negara merupakan suatu kehormatan yang harus dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya, karena memiliki indikator strategis dan konkrit bagi kredibilitas Indonesia di lingkungan regional maupun Internasional.

“Penugasan ini juga merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga. Untuk itu kepada seluruh anggota Satgas yang sudah berkeluarga, jangan terlalu banyak memikirkan tentang keluarga yang ditinggal supaya saudara tidak lalai yang pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri” kata Pangdam.

Pangdam menyampaikan  tujuh penekananan personil SATGAS untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas misi perdamaian PBB di Lebanon yakni,

1. Tidak meninggalkan ibadah kepada Tuhan dimanapun berada agar senantiasa mendapat perlindungan-Nya selama pelaksanaan tugas, karena menurut Pangdam,  setiap keberhasilan dan kesuksesan senantiasa atas campur tangan Allah Subhanahu Wata’ala,

2. Memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, serta melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Rule of Engagment (ROE) yang telah ditentukan oleh PBB.

3. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hukum Humaniter dan Hak Asasi Manusia sebagai instrumen hukum nasional dan internasional.

4. Mengobarkan semangat dan komitmen yang luhur di negeri Lebanon dengan landasan menjaga netralitas pasukan Indonesia di tengah pihak-pihak yang sedang bertikai.

5. Menjalin kerja sama, baik antar sesama kontingen Garuda maupun dengan pasukan dari negara lain.

6.  Mningkatkan kemampuan bahasa serta permahir penggunaan teknologi.

7. Memperhatikan  faktor keamanan dan keselamatan selama pelaksanaan tugas, baik personel maupun materiil.

Usai memimpin Apel pemberangkatan Satgas Kontingen Garuda, Pangdam Mayjen Surawahadi kepada wartawan mengatakan, seluruh personil Satgas telah dibekali keterampilan, termasuk bahasa Arab, Inggris dan Bahasa Francis untuk dapat berkomunikasi di daerah penugasan karena di derah operasi terdapat 32 Negara yang bertugas di negara Lebanon. (Sarif)  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00