• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Polda Sulsel Klarifikasi Salah Tangkap dan Kriminalisasi Tersangka Begal.

30 November
20:55 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: Kabar dugaan salah tangkap yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap Salman (penyapu) di Pasar Kalimbu, yang diserahkan ke Polsek Rappocini, dibantah Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, melalui pesan singkat di Whatsapp, Sabtu (30/11/19).

Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, bahwa dari hasil pengecekan dan pendalaman terhadap kasus tersebut ditemukan fakta bahwa Tersangka Salman memang pelaku begal yang beraksi bersama Sandi dan Coger di Jalan Sungai Saddang Makassar, ketiganya dilaporkan oleh Surya (Korban) pada bulan Juli 2019 lalu.

“Ketiga pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Surya warga Jalan Sungai Saddang Baru, dengan nomor LP : 265 / X / 2019 / RESTABES MKSR / SEK RAPPOCINI, 27 Juli 2019,” ujar Kombes Ibrahim.

Dijelaskan mantan Kabid Humas Polda Sulut itu,  bahwa modus operandi Salman bersama dua orang rekannya dengan cara menunggu korbannya di Jalan Sungai Saddang, kemudian meminta tolong berpura – pura kehabisan bahan bakar kendaraannya. Ketika korban hendak membantunya, tersangka Salman pun dan dua pelaku lainnya mengeluarkan busur dan meminta handphone korban.

Sedangkan kabar yang menyebutkan, bahwa tersangka Salman disetrum petugas, juga dibantah Kombes Ibrahim, ia menyebutkan bahwa dari pendalaman yang telah dilakukan Polisi ditemukan fakta, bahwa tidak ada perlakuan setrum oleh polisi di Polsek Rappocini.

“Kejadian yang sebenarnya adalah perawatan yang dilakukan oleh Polri terhadap Salman atas penyakit yang telah lama dideritanya berupa bengkak dan bernanah pada area kemaluan sesuai keterangan dokter, jadi bukan karena luka baru,” katanya.

 

Menurut Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim, hal tersebut pun sudah diklarifikasi oleh tersangka Salman dan keluarga,  mereka menyatakan tidak ada kejadian setrum seperti yang beredar di media,

“Kita justru mempertanyakan kenapa bisa ada media yang membuat cerita tersebut padahal faktanya tidak demikian,”  Pungkasnya.

Kombes Pol Ibrahim Tompo  lebih lanjut menjelaskan kronologisnya bahwa pada 17 Oktober 2019, tersangka Salman menjalani penahanan di Mako Polsek Rappocini dan pada 21 Oktober 2019, tersangka ditangguhkan karena pelaku mengeluh sakit dan korban pun sepakat untuk berdamai dan mencabut laporannya.

Namun pada 24 Oktober 2019 sekitar pukul 20.30 Wita, tersangka Salman masuk di IGD RS. Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan dengan keluhan demam, usai diperiksa Salman diijinkan pulangkan.

Dan Pada 30 Oktober 2019 sekitar pukul 17.21 Wita Salman kembali masuk di IGD RS.Bhayangkara dan dilakukan pemeriksaan dengan diagnosa bisul dibagian ujung pantat (Fistel Perianal) dan dirawat, selanjutnya pada tanggal 01 November, Salman di operasi dan dirawat di Ruang Kasuari, kemudian diizinkan untuk rawat jalan sejak 14 November 20019.(Sarif)

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00