• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI Ganti Rugi Tiga Bidang Tanah di Kabupaten Maros Yang Terkena Imbas Pembebasan Jalur Kereta Api

23 October
00:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Maros : Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, melalui Sekretaris Ditjen Perkeretaapian, Zulmafendi, Selasa (22/10/2019) memulai pembayaran perdana pembebasan lahan proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare. Pembebasan tersebut dilakukan di tiga bidang tanah di Kabupaten Maros seluas 1.315 m2 senilai Rp 844.242.000,-

Untuk Kabupaten Maros sendiri, jumlah bidang yang akan dibebaskan, guna kepentingan proyek  Rencana Strategis Nasional (Renstra) pembangunan kereta api sebanyak 839 bidang, sementara untuk Kabupaten Pangkep lahan sebanyak 2034 bidang.

Menurut Zulmafendi, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI, telah menggelontorkan dana sebesar 2 koma 9 triliun rupiah, guna merampungkan pembangunan jalur kereta api dari Parepare hingga Makassar sepanjang 142 Km yang akan melewati Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare.

Berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2017, pembangunan Jalur Kereta Api tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional, serta melalui Peraturan Menko Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015, dimana proyek tersebut masuk dalam Proyek Infrastruktur Prioritas.

“Anggaran dari pemerintah pusat tersebut tidak terserap lantaran adanya kendala dalam pembebasan lahan warga. Hal ini sangat disayangkan, pasalnya Presiden RI Jokowidodo sangat berharap di wilayah Indonesia Timur bisa hadir jalur transportasi kereta api seperti di daerah Jawa”, jelasnya.

Perampungan jalan kereta api, tegas Zulfamendi, bisa terealisasi apabila adanya dukungan dan pemahaman dari masyarakat akan manfaat dari jalur transportasi kereta api tersebut.

“Makin cepat penyelesaian pembebasan lahan, maka perampungan jalan kereta api akan cepat selesai. Target Agustus tahun depan, pihaknya telah memulai pengoperasian kereta api angkutan penumpang, kendati hanya sepanjang 43 km”, ujar Zulfamendi

Lanjutnya, dalam pembebasan lahan, pemerintah telah memberi kepercayaan kepada tim apresial untuk menghitung biaya yang harus dikeluarkan guna menganti lahan warga yang terkena dampak dari pembuatan jalur kereta api.

“Masyarakat seharusnya tidak takut dan ragu akan penilaian harga yang telah ditetapkan tim apresial terhadap lahan yang akan dibebaskan. Pasalnya segala sesuatu telah dikalkulasikan secara terperinci mulai dari bangunan rumah, lahannya hingga tanaman yang ada di lahan tersebut. Dan masyarakat pun harus bisa memahami bahwasanya taksiran harga tersebut tidak bisa disamaratakan tergantung dimana lokasinya dan apa saja yang terkena imbas”, urainya.

Zulfamendi berharap masyarakat yang terkena imbas pembebasan, turut membantu kelancaran proses penyelesaian proyek pembangunan jalan kereta api, yang telah lama terhambat lantaran ketidakpahaman dan ketakutan yang tidak berasalasan sehingga tidak mempercayakan hasil kerja tim apresial dalam menaksir biaya pembebasan lahan tersebut.

“Sudah saatnya masyarakat memahami manfaat akan keberadaan moda transportasi kereta api yang digagas Presiden RI Jokowidodo. Dan peran pemerintah daerah serta stakeholder terkait, dalam memberikan pemahaman kepada warga sangat membantu proses kelancaran pembebasan lahan yang hingga kini, masih belum bisa diterima oleh masyarakat Pangkep dan Maros”, pungkasnya.

Selanjutnya, 32 bidang di Kabupaten Maros dan 1375 bidang pengajuan ke proses konsinyasi di Pengadilan Negeri masing-masing kabupten. Saat ini, 3 dari 16 paket konstruksi di segmen tersebut telah dimulai pelaksanaannya di Kabupaten Pangkep dan Maros.

Sisa 26 bidang pembebasan lahan jalur siding track ke pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru sudah dapat dilaksanakan untuk penyelesaian pembangunan di Kabupaten Barru.

Total dana yang digelontorkan pemerintah pusat, guna pembebasan lahan di Kabupaten Pangkep sebanyak Rp 251.379.989.800,-, sedangkan untuk Kabupaten Maros sebanyak Rp 115.389.374.000,-

Pemerintah pusat berharap pembangunan jalur tersebut kedepan dapat menjadi sarana transportasi yang mampu mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang. Jalur kereta api tersebut juga akan menghubungkan Pelabuhan di Parepare dan Makassar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00