• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Annisa Bahar Mendatangi SPKT Polda Sulsel, Ada Apa?

19 October
04:47 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: Annisa Bahar, Penyanyi Dangdut yang terkenal goyangan patah – patahnya datang di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu SPKT Polda Sulsel, di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Jumat(18/10/2019).    

Ketika ditemui para awak media di SPKT Polda Sulsel, Annisa Bahar mengaku datang jauh – jauh dari Jakarta hanya untuk mendampingi seorang pengusaha asal Kupang, NTT inisial LA melapor ke Kepolisian Polda Sulsel karena menjadi korban Perebut Bini Orang (Pebinor), istrinya direbut suami orang.

“Saya perna mengalamin dua kali korban Pelakor dan rasanya sakit bangat sehingga saya merasa terpanggil untuk mendampingi LA yang menjadi korban Pebinor yang diduga dilakukan seorang pengusaha di Makassar inisial FA yang juga sudah punya istri” ujar Annisa Bahar.

Menurut Annisa Bahar, dirinya baru kali ini mendampingi korban Pebinor, namun karena Annisa sudah mengalami dua kali korban Pelakor sehingga memilih menjadi Duta Anti Pelakor dan Anti Pebinor dan untuk pertama kalinya mendampingi korban Pebinor LA yang telah memiliki dua anak masih berumur 4 dan 5 tahun hasil perkawinannya dengan istrinya inisial R tetapi malah direbut suami orang.   

 “Saya berharap tidak ada anak – anak Indonesia yang menjadi korban perceraian orang tuanya dan tidak ada anak yang Brokenhome”ujar Annisa Bahar.

Annisa Bahar mengatakan, keluarga harus kuat, jika seseorang menyukai wanita atau menyukai laki – laki, tidak boleh suami orang atau istri orang karena merusak rumah tangganya.

LA menjadi korban Pebinor yang didampingi Duta anti Pelakor dan Pebinor Annisa bahar, datang di Makassar bersama kuasa hukumnya melaporkan seorang pengusaha di Makassar inisial FA ke Polda Sulsel, Jumat (18/10/2019) atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Kuasa hukum LA, DR.Firman Sandra kepada wartawan menjelaskan istri Kliennya inisial R ke Makassar bersama kedua anaknya serta seorang pembantunya, tanpa diketahui LA hingga kehilangan kontak selama tiga minggu, kemudian LA menelusuri keberadaan istri dan anak-anaknya tersebut hingga mengetahuinya sedang berada di Makassar, menginap di Hotel Gammara Kawasan Tanjung Bunga Makassar, lalu LA datang ke Makassar dan langsung menggerebek kamar tempat menginap istrinya dan menemukan bersama lelaki FA di dalam kamar hotel, sementara kedua anaknya dan pembantunya masing – masing disewakan kamar.

Menurut DR.Firma Sandra, kliennya juga melaporkan FA ke Dit.Reskrimsus Polda Sulsel terkait dugaan pelanggaran undang – undang ITE karena menurutnya, bahwa FA telah mengirim pesan singkat kepada LA melalui media sosial WA dengan kata – kata yang tidak pantas, diantaranya menantang LA jika memiliki uang diatas 5 milyar rupiah maka FA mengembalikan R istrinya namun jika uang dimiliki LA kurang dari 5 milyar rupiah maka istri LA tidak kembali, ini harga diri LA sebagai pelapor.   

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00