• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Santunan Kecelakaan Kerja Jajaran Bawaslu Sulsel Diserahkan.

28 September
16:03 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: Ketua Bawaslu Sulsel HL. Arumahi menyerahkan santunan kecelakaan kerja 40 (empat puluh) orang  jajaran pengawas Pemilu di 9 (sembilan) kabupaten / kota se Sulawesi Selatan yang mengalami kecelakaan kerja pada Pemilu April 2019 lalu.

Ketua Bawaslu Arumahi menyerahkan santunan kecelakaan kerja pengawas pemilu, berlangsung di salah satu Café di Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kepada 3 jajaran pengawas pemilu masing – masing l Ketut Swardana, Pamwascam Kecamatan Angkona menerima uang tunai Rp.8.250.000,  Hasmiati (PTPS Desa Manurung) Rp. 16,5 juta dan Arnita Anton (PTPS Desa Harapan) juga Rp 8.250.000.

Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi menjelaskan, santunan yang diterima para pengawas Pemilu merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian Bawaslu terhadap jajarannya yang mengalami kecelakaan atau sakit dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan.

“Tolong jangan melihat jumlah santunan yang diberikan tapi lihat nilai kepedulian Bawaslu terhadap jajarannya yang secara ikhlas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab” ujar HL. Arumahi.

Sebelumnya, kata Arumahi Bawaslu mendata dengan meminta laporan nama-nama aparat pengawas pemilu yang mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan tugas. Data-data tersebut diverifikasi bukti-bukti administrasinya dari rumah sakit oleh Tim Bawaslu Provinsi untuk ditetapkan sebagai santunan.

Santunan serupa telah diserahkan oleh pimpinan Bawaslu Sulsel masing-masing, Azry Yusuf di Gowa dan Takalar, Adnan Jamal di Bone, Asradi di Sinjai. Selanjutkan akan diserahkan Saiful Jihad di Parepare dan Hasmaniar di Enrekang.

  Nilai santunan jajaran pengawas Pemilu yang mengalami kecelakaan kerja terdiri dari dia kategori; luka/sakit berat sebesar Rp 16.500.000 dan luka/sakit sedang Rp 8.250.000. Santunan Kecelakaan Kerja Jajaran Bawaslu Sulsel Diserahkan” sebut Arumahi.(Sarif)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00