• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Residivis Penyelundupan Baby Lobste Lintas Negara Ditangkap Lagi.

10 September
22:11 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: Residivis penyelundupan baby Lobster inisial RM kembali ditangkap petugas saat hendak menyelundupkan 19.253 ekor baby Lobster jenis Lobster mutiara dan jenis Lobter pasir bernilai Rp.3,5 milyar, di bandara internasional Sultan Hasanuddin, 8 Agustus 2019 lalu. RM ditangkap bersama SM pemilik Koper tempat Packing benih Lobster dan ST tukang packing barang selundupan tersebut. 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin saat merealise penangkapan penyelundup benih Lobster di Mapolda, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa (10/11/2019)  mengatakan penangkapan terhadap ketiga tersangka atas kerja sama terintegrasi,  Polda Sulsel dengan Balai karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Makassar untuk mewaspadai kejahatan terhadap lingkungan hidup.

“Masalah lingkungan hidup, kami sudah lama mendengar, kami melakukan patroli dan akhirnya kami menemukan penyelundupan benih lobters dan menangkap tiga tersangkanya, akan dilakukan pengembangan karena salah satu tersangka atau pemilik benih lobster tidak hanya kali ini melakukan penyelundupan dan dia merupakan residivis penyelundupan baby lobster namun kembali melakukan kejahatan yang sama setelah dipenjara empat bulan” ujar Irjen Pol Hamidin.

Baby Lobster yang diselundupkan tersangka RM tujuan ke negara Singapura, dicurigai petugas di area check-in bandara Sultan Hasanuddin adanya koper yang akan dibagasi seorang penumpang dan petugas menemukan benih Lobster saat membuka koper milik penumpang tersangka SM.  

Menurut Dir.Reskrimsus Polda Sulsel, Yudhiawan Wibisono, ketiga tersangka melakukan tindak pidana dibidang perikanan dan atau tindak pidana karantina hewan, ikan dan tumbuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) Undang – Undang RI nomor4 31 tahun 2004, sebagaimana telah dubah dengan Undang – Undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo Pasal 31 ayat (1) Undang – Undang RI nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,ikan dan tumbuhan Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp.1,5 milyar.(Sarif

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00