• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BI Sulsel Mencegah Kegiatan Usaha Valuta Asing Illegal.

24 August
22:30 2019
0 Votes (0)

KBRN. Makassar: Kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) / Money Changer untuk mendorong kegiatan    mata uang asing (valuta asing) masyarakat seperti untuk pariwisata, sekolah anak dan lainnya, namun Penyelenggaraan KUPVA BB harus  diawasi pelaksanaannya, karena berpotensi disalahgunakan dalam tindak kejahatan seperti pencucian uang (money laundering) dan pendanaan terorisme.

Menindak Lanjuti Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB), Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia BI Sulsel melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap pelaku usaha yang berpotensi melakukan kegiatan penukaran mata uang asing tanpa memiliki izin dari BI.

Pencegahan dan pemantauan KUPVA illegal, Kantor Perwakilan BI Sulsel melakukan mapping terhadap  beberapa pelaku usaha, yakini perhotelan, wisma, toko emas, toko oleh-oleh, dan toko seluler yang berada di wilayah kota Makassar dalam wilayah pengawasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu diungkapkan PJ Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi, Kantor Perwakilan Wilayah  BI Provinsi Sulawesi Selatan, Iwan Setiawan saat komprensi pers di BI Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Jumat (24/08/2019).

Iwan Setiawan mengatakan saat ini Indonesia sedang melaksanakan persiapan menghadapi Mutual Evaluation (ME)  Financial Action Task Force (FATF), yaitu satu gugus tugas intern nasional yang mengeluarkan standard pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (money laundering & terorisme financing) dalam rangka untuk menerima Indonesia sebagai anggota penuh FATF.

“Keuntungan menjadi anggota FATF yaitu dapat meningkatkan reputasi Negara Republik Indonesia di mata internasional, agar diakui memiliki sistem keuangan yang sehat dan bebas dari kegiatan money laundering & terorisme financing, sehingga dapat memperlancar transaksi keuangan dan kegiatan bisnis bagi pelaku usaha Indonesia” terang Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan menyebut, Bank Indonesia telah melaksanakan mapping terhadap beberapa pelaku usaha perhotelan, wisma, toko emas, toko oleh-oleh, dan toko seluler yang berada di wilayah kota Makassar yang menjadi wilayah pengawasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan.

“BI Sulsel melakukan Mapping terhadap sekitar 30 tempat usaha dengan metode mystery shopper kepada pelaku usaha, dengan hasil mapping tidak ditemukan adanya transaksi jual beli valas ilega dan pihak-pihak yang menjadi tempat ujicoba transaksi telah bersikap kooperatif sehingga kegiatan mapping dapat berjalan dengan lancar dan kondusif’  tandas Iwan Setiawan.

Deputi Direktur BI Perwakilan Sulsel ini, mengakui  kegiatan mapping akan dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dengan Kepolisian,  Bank Indonesia akan terus memantau kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin secara massif melalui seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia.

“Masyarakat dan atau pelaku usaha yang ingin melaksanakan usaha jual beli uang kertas asing agar dapat segera mengajukan izin ke Bank Indonesia, pengurusan izin KUPVA di BI gratis tanpa dipungut biaya apapun”tegas Iwan Setiawan.

Masyarakat haruslah menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia dan menginformasikan kekantor Bank Indonesia terdekat atau melalu icall center BI 131 jika menemukan pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asi g tanpa izin dan penyelenggara KUPVA Bukan Bank yang telah berizin untuk tidak bekerjasama dan bertransaksi dengan pelaku yang tidak berizin" himbau Iwan Setiawan. 

Iwan Setiawan tegaskan, Bank Indonesia akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan dimaksud,  penyelenggara penukaran valutaasing maupun masyarakat berhati-hati apabila terdapat pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan memanfaatkan kegiatan penertiban dengan mengatasnamakan Bank Indonesia.

"Bank Indonesia akan terus melakukan pengawasan yang efektif kepada KUPVA BB yang memiliki izin dan monitoring terhadap keberadaan kegiatan usaha penukaran valuta asing tidak berizin untuk memastikan terpeliharanya stabilitas dan integritas system keuangan di tanah air" ucap Iwan Setiawan.

Jumlah money changer atau tempat penukaran uang yang berada di daerah wisata tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan pengguna, di sisi lain, money changer juga berpotensi dijadikan sarana pencucian uang” tutup Iwan Setiawan .(sarif)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00