• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Siswa SMP Madiun Ikuti Lomba Peringatan Hari Anti Korupsi

9 December
12:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Sejumlah siswa SMP negeri/swasta di Kota Madiun mengikuti lomba pidato dan baca puisi di aula Kejaksaan Negeri Madiun. Lomba tersebut merupakan rangkaian memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh setiap 9 Desember.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Madiun, Wartajiono Hadi mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap setahun sekali. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman sekaligus pendidikan dini bagi siswa SMP terhadap korupsi dan dampak yang ditimbulkannya.

Harapannya pengetahuan tersebut dapat menjadi pelajaran hidup. Sehingga ketika mereka menjadi pejabat, tokoh maupun hidup di masyarakat tidak melakukan korupsi.

"Ya supaya mereka mengetahui dan bisa mengerti tentang hari anti korupsi sedunia, adanya hari anti korupsi dan tentang korupsi itu sendiri. Sebagai pelajar tentu akan dibawa seumur hidupnya dan nanti ketika dewasa tidak melakukan perbuatan korupsi," ungkapnya, Senin (9/12/2019).

Pada kesempatan tersebut, Hadi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif memberantas korupsi di tanah air. Hal itu sejalan dengan tema HAKI tahun 2019 yakni, 'Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju'.

Di Kota Madiun sendiri, kata Hadi, partisipasi masyarakat untuk melapor indikasi korupsi masih perlu ditingkatkan. Karenanya ia meminta masyarakat tidak takut melapor, karena pihak kejaksaan akan menjamin kerahasiaan dan melindungi pelapor. Menurutnya, jika ada laporan yang masuk, pihak kejaksaan akan segera menindaklanjuti dengan cara mengklarifikasi kebenarannya. 

Jika benar terjadi penyimpangan, terlebih dulu akan diserahkan ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau hanya adminsitrasi saja.

"Kalau laporan, ada ya. Terutama dari LSM," kata dia.

Untuk memberikan pendidikan anti korupsi serta pencegahan korupsi di masyarakat, kejaksaan intensif melakukan penerangan hukum. Termasuk upaya jaksa masuk sekolah, adanya TP4D serta program jaksa sambang kelurahan. Hal itu dilakukan karena pemkot Madiun mendapat kucuran dana kelurahan dari pemerintah pusat yang perlu mendapat pendampingan kejaksaan.

"Kita mendampingi murni untuk pencegahan. Jadi kalau ada kekeliruan kita benahi, kalau terlanjur ada kekeliruan dan ada kerugian negara kita harapkan untuk mengembalikan. Tapi selama ini kita mendampingi sejak awal tidak ada kekeliruan," pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

  • Tentang Editor

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00