• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

MUI-Kemenag Madiun Siapkan Auditor Halal

6 December
15:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Kota Madiun melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) mulai menyiapkan auditor halal. Hal tersebut menindaklanjuti instruksi pemerintah, yang mewajibkan semua produk makanan dan minuman memiliki sertifikasi halal mulai 17 Oktober 2019.

Hal itu terungkap saat Dewan Pimpinan MUI Kota Madiun menggelar rapat kerja tahunan di ruang 13 Balaikota Madiun, Jum’at sore (6/12/2019). Ketua MUI setempat, Muhammad Sutoyo mengatakan, idealnya suatu daerah memiliki auditor halal, diantaranya dokter hewan, ahli kosmetik, ahli biologi termasuk ahli gizi.

“Karena untuk mengaudit makanan, mengaudit produk-produk yang ada di Madiun ini kan perlu minimal empat auditor ahli dalam bidangnya masing-masing. Kami baru punya dokter hewan, lain-lain belum, nanti kita akan kirim ke Jawa Timur untuk dilatih menjadi seorang auditor halal,” ungkap Sutoyo.

Sementara itu Kepala Kemenag Kota Madiun, Ahmad Munir menyatakan, sertifikasi halal penting agar produk yang dikonsumsi maupun yang digunakan masyarakat, aman. Jika tidak, selain membahayakan dari sisi kesehatan juga berpengaruh terhadap ibadahnya.

“Umat islam itu harus mengkonsumsi baik makanan, minuman, jajanan, obat, kosmetik, semuanya harus halal. Kalau nggak halal nanti berpengaruh pada ibadahnya. Maka perlu adanya sertifikat halal bagi umat islam yang aada di Indonesia,” katanya.

Ahmad Munir menjelaskan, sampai saat ini pihaknya juga masih menunggu mekanisme yang mengatur secara teknis. Sebab, jika selama ini sertifikasi halal sifatnya voluntary dan dilakukan oleh MUI, sekarang sertifikasi tersebut bersifat mandatory karena sudah diatur dalam UU dan dilakukan oleh negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Meski begitu, MUI masih tetap memiliki kewenangan dalam menentukan apakah suatu produk itu halal atau tidak. Kemudian, MUI juga memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikasi bagi auditor halal. Dengan begitu, fatwa kehalalan masih menjadi kewenangan MUI.

  • Tentang Penulis

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

  • Tentang Editor

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00