• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Buktikan Kebenaran Surat Sakit Mantan Wabup, Kejari Ponorogo Cek ke RS. Hermina Solo

4 December
15:27 2019
2 Votes (5)

KBRN, Ponorogo : Kejaksaan Negeri Ponorogo  akhirnya menyambangi Rumah Sakit Hermina Solo-Jawa Tengah untuk melakukan konfirmasi membuktikan kebenaran surat sakit mantan wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih terkait permohonan punundaan eksekusia kasasi

Namun sayangnya kejari Ponorogo belum dapat menjumpai dokter yang mengeluarkan surat keterangan sakit untuk Yuni Widyaningsih, saat ke RS. Herminas Solo, Senin (02/12/2019) dengan alasan yang bersangkutan sedang tidak memiliki Jadwal dinas dan ditemui Pihak Pimpinan rumah sakit. Dokter yang menangani Yuni tersebut diketahui bernama Prof. DR. dr. Aris Sudiyanto, Sp. KJ. (K)

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo Kundrat Mantolas  mengungkapkan dari keterangan pihak rumah sakit disebutkan bahwa Yuni Widyaningsih memang salah satu pasien di RS. Hermina Solo dengan dokter berdasar yang memberikan surat keterangan, dan memiliki rekam medik disana.

 “Telah kita coba datangi ke Rumah Sakit Hermina Solo untuk melakukan klarifikasi terkait kebenaran surat sakit tersebut. Kita hanya bisa bertemu dengan pimpinan Rumah Sakit, kalau terkait dokter yang menangani ada jadwal yang eggak pas akhirnya tidak bisa ketemu langsung,” terang Kundrat, Rabu (04/12/2019).

Kejakasaan tegas Kindrat hanya ingin mengetahui sejauh mana tingkat keparahan gangguan jiwa yang dialami Yuni sehingga dapat dilakukan eksekusi. Karena diketahui Yuni Widyaningsih masih menjalani rawat jalan dan bukan rawat inap.

“Intinya bahwa kalau dari riwayat pengobatan terpidana, terkonfirmasi surat tersebut  dikeluarkan oleh dokter yang bertugas di RS. Hermina. Terkait seberapa parah sakitnya nanti kita dijadwalkan lagi akan bertemu dokternya,” imbuhnya.

Untuk itu selain menelisik keterangan Dokter dari RS. Hermina Solo, Kejari Ponorogo  terang Kundrat juga telah menyiapkan dokter spesialis Jiwa Independent sebagai pembanding dan second opinion. Didepan sejumlah media Kasi intel Kindrat Mantolas menyatakan Apabila keterangan dan hasil diagnosis kedua dokter berbeda maka kejaksaan akan lebih mengacu keterangan dokter pembanding. Namun ketika ditanya awak media bagaiman apabila hasil keterangan kedua dokter sama kejaksaan mengaku belum bisa berkomentar dan akan difikirkan langkah selanjutnya. (YAF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00