• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Perkuat Keuangan Daerah, Dewan Dorong Eksekuitif Lakukan Terobosan Genjot PAD

18 October
13:57 2019
1 Votes (5)

KBRN, Ponorogo : Menyusutnya RAPBD Ponorogo 2020 dari tahun anggaran 2019 sebesar 5 persen atau senilai 170 miliar lebih akibat berkurangnya transfer DAU dari Pusat,  membuat Pemkab harus memutar otak dalam memaksimalkan dana yang ada sambil melakukan inovasi dan terobosan untuk mendongkrak Pendapatan Daerah.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto mengungkapkan sejauh ini RAPBD Ponorogo masih sangat tergantung anggaran dari pusat. Untuk itu  kalangan dewan melihat komponen yang paling mungkin untuk ditingkatkan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Sunarto membeberakn dalam waktu dekat Dewan akan segera menyelesaikan beberapa raperda yang akan menjadi celah kebijakan dalam menggenjot Pendapatan Daerah. Pun Sunarto mengusulkan sejumlah strategi untuk eksecutiv diantaranya adalah program Pemutihan IMB yang akan menambah PAD dari retribusi

“Ada beberapa potensi PAD yang bisa ditingkatkan, salah satunya nanti dalam jangka dekat ini akan kita bahas beberapa Raperda, yang itu saya yakin akan berdampak terhadap PAD. Kedua memaksimalkan potensi-potensi yang memang selama ini belum tergali diantaranya pemutihan IMB. Sekarang ini banyak sekali bangunan-bangunan belum ber-IMB”, terang Sunarto, Kamis, (17/10/2019)

Merespon masukan Dewan, Wakil Bupati Soedjarno menanggapinya santai. Menurutnya sumber PAD sudah jelas potensinya seperti pajak maupun retribusi. Pun soedjarno mengungkapkan kenaikan PAD juga ditopang akibat perubahan sistem, yaitu pendapatan PBB yang sebelumnya bagi hasil kini mutlaj menjadi pendapatan Daerah.

“PAD itu sebenarnya potensi kita kan jelas, baik pajak maupun retribusi. Pajak  itu yang besar kita telah ditopang oleh system yang dulu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan )kan bagi hasil, sekarang sudah menjadi Pendapatan Asli Daerah. Dan untuk menaikkan PBB ada rumsunya juga tidak gampang ada NJOP dan sebagainya.” Ungkap  Wabup Soedjarno.

Sodjarno menambahkan ada potensi pendapatan besar dari Pajak Peneragan Jalan Umum (PJU). Namun retribusi itu kembali lagi untuk perawatan dan peremajaan PJU. Untuk itu pihaknya kedepan akan mengintesifkan pajak reklame, hotel dan retauran yang saat ini perlu didata ulang. Sehingga intensifikasi pajak  dari sektor tersebut dapat dilakukan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00