• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pandangan Umum Raperda RAPBD Ponorogo 2020, Mayoritas Fraksi Berikan Catatan

17 October
23:17 2019
1 Votes (5)

KBRN, Ponorogo : Mayoritas fraksi di DPRD Ponorogo masih memberikan catatan terhadap Raperda Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah RAPBD Ponorogo Tahun Anggaran 2020. Hal itu muncul saat Rapat Paripurna DPRD Ponorogo yang digelar Kamis, (17/10/2019), dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Raperda RAPBD Ponorogo 2020.

Fraksi Kebangkitan Bangsa menyoroti beratnya APBD 2020 karena  terbebani Pilkada yang anggarannyakali ini  dua kali lipat dari pilkada sebelumnya, penyesuaian Siltap Perangkat Desa, dan tunjangan ASN. Fraksi PKB juga menyoroti defisit anggaran sebesar 20,3 Millyar rupiah pada APBD 2020, meskipun pemkab berargumen akan menutupnya dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang terjadi di 2019 ini.

Adapun Fraksi PDI –P  menilai APBD masih sebatas rutinitas dan meminta pemkab membenahi sektor pariwisata. Sementara Fraksi Golkar menyoroti polemik PPDB ajaran baru , regrouping SD dan kesiapan Pemkab terkait rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Fraksi Amanat Pembangunan dan Fraksi gerindra meminta Eksekutif betul-betul  menggunakan APBD untuk kesejahteraan rakyat sebgaia bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Selain itu mayoritas Fraksi juga menyoroti soal kekeringan, bahkan fraksi demokrat meminta Pemkab memberikan porsi anggaran tambahan untuk droping air bersih

Menyikapi mayoritas suara Fraksi, Ketua DPRD Ponorogo Sunarto mengaku bahwa hal itu sepenuhnya kewenangan masing-masing fraksi dalam memberikan pandangan. Pihaknya hanya memberikan ruang bagi Frakss-Fraksi untuk  menyampaikan pandangannya 

“Ketika memang belum pas akan ada forum-forum pembahasan tingkat lanjut atau bisa dibentuk pansus. Kita hanya memfasilitasi teman-teman fraksi untuk menyampaikan pandangan umumnya sesuai dengan garis kebijakan partai masing-masing. Konfirmasi ke masing-masing fraksi saja kita tidak bisa mengintervensi hak masing-masing fraksi”, ungkap Sunarto, Kamis, (17/10/2019)  

Selain itu Mayoritas Fraksi juga menyoroti masih lemahnya terobosan Pemkab dalam upaya menggenjot pendapatan daerah

“Hampir setiap pembahasan memang komponen yang paling memungkinkan untuk ditingkatkan itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini teman-teman masing menganalisa kiranya masih ada peluang u ntuk meningkatkan PAD”,  Imbuhnya.

Dari delapan fraksi hanya dua fraksi yang menerima dan menyetujui Raperda RAPBD 2020 yakni Fraksi Nasdem dan Fraksi PKS. Hanya saja jika Nasdem menyetujui dan menrima Visi dan Misi Bupati, Fraksi PKS masih memberikan catatan terkait  implementasi Visi Ponorogo Religius melalui instrumen program yang diharapkan lebih konkrit dan nyata diantara melalui simbol-simbol religiusitas.

Dari pemaparan sebelumnya bahwa Pemkab Ponorogo memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp 2.174.336.522.900, dan belanja sebesar Rp 2.194.636.522.900, pada 2020 mendatang. (YAF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00