• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dinas Pertanian Akui Produksi Padi di Madiun Minim

16 October
14:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta & KP) Kota Madiun menyebut, selama ini produksi hasil pertanian belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Madiun. Bahkan selama setahun, produksi hasil pertanian hanya mampu memenuhi sepertiga (1/3) kebutuhan penduduk Kota Madiun. 

Hal itu diakui Kepala Disperta & KP, Muntoro Danardono usai menggelar acara promosi ketahanan pangan dalam rangka Hari Pangan Sedunia, Rabu (16/10/2019). Dikatakannya, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terutama beras, pemkot mendatangkan dari daerah sekitar Madiun.

“Kekurangannya itu didatangkan dari kabupaten lain, lalu yang berada di distributor, di gudang maupun di pasar untuk mensuplai kekurangan kebutuhan beras di Kota Madiun. Kalau totalnya yang didatangkan itu ada 15.000 ton setahun, karena kita hanya mampu (mencukupi) 1/3 nya saja karena memang lahannya terbatas,” ungkapnya.

Ia mengakui, berkurangnya produksi hasil pertanian utamanya padi di Kota Madiun, karena hampir setiap tahun luas lahan mengalami penyusutan 1-2 persen. Hal itu disebabkan adanya alih fungsi lahan untuk pemukiman maupun pembangunan gudang dan perkantoran.

Saat ini, luas lahan hijau produktif di Kota Madiun masih 901 hektare. Karena itu untuk memaksimalkan produksi pertanian, dinas gencar mengedukasi petani, yang semula tradisional, sekarang menerapkan sistem mekanisasi. Sebab untuk meningkatkan produksi, tidak hanya menanam padi selama satu tahun, tetapi secara bergantian ditanami jagung maupun kedelai.

“Nggak hanya padi terus sebenarnya, harus ad apergiliran tanaman agar produksinya meningkat,” katanya.

Kemudian penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak. Sekarang ini dinasnya mendorong petani untuk mewujudkan beras sehat yakni zero pestisida. Walaupun belum seluruhnya 100 persen, ada sejumlah kelurahan yang berhasil mengurangi penggunaan pestisida hingga 40 persen. Diantaranya di Kelurahan Sogaten, Tawangrejo dan Rejomulyo. Luasnya sekitar 14 hektare. Pun, harga jualnya pun berbeda, sekitar Rp12.500 per kg.

“Yang jelas harganya beda. Kalau biasanya itu Rp10.000 per kg, kalau yang beras sehat itu Rp12.500 per kg,” pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

  • Tentang Editor

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00