• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Walikota Madiun Pastikan Pengadaan Ribuan Laptop sesuai Prosedur

17 September
15:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Walikota Madiun, Maidi mempersilahkan pejabat mundur dari jabatannya, jika perintah yang diberikan seorang pimpinan tidak sesuai dengan aturan. Pernyataan itu sekaligus menjawab adanya desas-desus sejumlah pejabat dilingkup Dinas Pendidikan (Dikdik) yang mengancam akan mundur dari jabatannya, jika pengadaan ribuan laptop bagi siswa SDN dan SMP Negeri direalisasikan tahun depan. 

Walikota, Maidi menyatakan, rencana pengadaan laptop bagi pelajar diklaim sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Sehingga tidak ada alasan bagi pejabat merasa takut dengan konsekuensi hukum dikemudian hari. Terlebih lagi, pengadaan laptop tersebut nantinya akan didampingi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Pengadaan laptop ini sudah sesuai prosedur. Saya sebagai Walikota ikut bertanggungjawab. Kalau pejabat itu sudah sesuai prosedur kok mundur, tidak mau (melaksanakan perintah) ya tidak usah jadi pejabat. Langsung saya pecat, keluar saja. Kalau itu sudah sesuai prosedur ngapain takut. Apalagi walikota sudah pasang badan. Kita juga sudah ada pendampingan dari TP4D dan kepolisian juga,” katanya, Selasa (17/9/2019).

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Dindik. Maidi secara langsung akan memberikan pengarahan kepada mereka.  Tujuannya, jangan sampai ditengah perjalanan proses pengadaan, mereka merasa keberatan dengan program tersebut. Menurut walikota, jika pemkot ragu melaksanakan kegiatan, akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diketahui, tahun 2020 Pemkot Madiun akan menerapkan sistem pinjam pakai laptop khusus bagi siswa kelas 5-6 SD negeri, serta kelas 2 dan 3 SMP Negeri. Pengadaan laptop yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Maidi-Inda Raya (MaDa) tersebut mengadopsi dari Kabupaten Badung, Bali. Anggaran yang disiapkan untuk pengadaan ribuan laptop cukup fantastis, sekitar Rp 40 Milyar.

  • Tentang Penulis

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

  • Tentang Editor

    Eka Wulan

    Reporter RRI Madiun, Kerjaaaa Kerja Kerjaaa !!!!!!! Semuangatttt

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00